BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan proses relokasi SDN Ciledug 3, Kecamatan Setu, yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan jalan tol, kini telah memasuki tahap penilaian lokasi pengganti.
Penegasan ini disampaikan usai rapat internal bersama Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, sebagai respons atas perhatian publik terhadap kondisi pembelajaran di sekolah tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi, Drs. H. Hudaya, M.Si, menjelaskan bahwa terdapat tiga lokasi alternatif yang diajukan oleh pihak sekolah dan pemerintah desa. Saat ini, lokasi tersebut tengah dinilai oleh tim terpadu lintas perangkat daerah.
Baca Juga: Audiensi dengan Petani, Plt Bupati Bekasi Dorong Solusi Irigasi dan Pengendalian Banjir
“Prosesnya sudah sampai pada tahap penilaian tiga lokasi alternatif. Dari sekolah dan desa mengusulkan tiga lokasi, dan sekarang sedang dalam proses penilaian,” ujar Hudaya usai rapat, Senin, 9 Februari 2026.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter teknis dan administratif, seperti jarak dari lokasi sekolah lama, kondisi tanah, status kepemilikan lahan, hingga kelengkapan dokumen. Lokasi dengan nilai paling optimal akan dipilih sebagai lokasi relokasi.
“Ada parameternya, misalnya jarak dari sekolah lama berapa meter, kemudian kondisi tanahnya, kondisi suratnya. Semua itu dinilai, nanti dicari yang nilainya paling tinggi,” jelasnya.
Hudaya menambahkan, hasil penilaian akan dilaporkan kepada Plt Bupati Bekasi untuk kemudian ditetapkan melalui Keputusan Bupati. Setelah itu, data lokasi akan diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol untuk proses lanjutan, termasuk penilaian aset sekolah lama dan pembangunan gedung pengganti.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Serius Tangani Masalah Pertanian Utara, Fokus Banjir dan Kekeringan
“Setelah lokasi ditetapkan melalui keputusan bupati, data tersebut akan kami serahkan kepada PPK Pembangunan Jalan Tol untuk ditindaklanjuti, termasuk penilaian aset sekolah lama oleh KJPP dan pembangunan sekolah pengganti,” ujarnya.
Pemkab Bekasi juga memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan normal meski lokasi sekolah terdampak proyek tol. Saat ini kegiatan pembelajaran sementara dilaksanakan di SMP Negeri 5 Setu dengan sistem pembagian waktu.
“Pagi hari dipakai SMP, siangnya sampai sore dipakai SD. Jadi tidak ada penumpukan siswa, dan jumlah peserta didik per kelas tetap sesuai ketentuan,” jelas Hudaya.***




