BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Disperkimtan memprioritaskan pembangunan 72 drainase lingkungan pada tahun anggaran 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret menekan risiko banjir dan genangan air di kawasan permukiman warga.

Program pembangunan drainase tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembangunan strategis Disperkimtan 2026 yang difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar permukiman.

Baca Juga: Gejolak Timur Tengah Mengguncang, Industri Umroh Pantau Risiko dan Jalur Penerbangan

Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan intensitas hujan yang tidak menentu, sistem drainase dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas lingkungan.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, menjelaskan bahwa pembangunan drainase lingkungan sangat penting untuk memastikan aliran air berjalan lancar tanpa hambatan.

“Untuk upaya percepatan penanganan dan pencegahan banjir, kami akan menganggarkan 72 kegiatan pembangunan drainase lingkungan. Ini penting agar aliran air dapat mengalir lancar dan meminimalisir risiko banjir di kawasan permukiman,” ujar Nurchaidir, Selasa 3 Maret 2026.

Baca Juga: LPCK Capai Target Marketing Sales FY25 Rp1,65 Triliun, Pendapatan Tumbuh Signifikan

Menurutnya, genangan air yang kerap terjadi di sejumlah titik permukiman bukan hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga akibat sistem saluran air yang tidak memadai atau tersumbat.

Karena itu, pembangunan drainase baru sekaligus perbaikan saluran eksisting menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana berbasis infrastruktur.

Ia menambahkan, drainase lingkungan yang baik tidak hanya berdampak pada pengurangan banjir, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Pasar Properti Premium Menggeliat, Summarecon Bekasi Percaya Diri Jual 30 Unit Soultan Island

Air yang menggenang terlalu lama berpotensi menjadi sarang penyakit dan menurunkan kualitas lingkungan hidup.

Selain pembangunan drainase, Disperkimtan juga menjalankan program infrastruktur lain seperti pembangunan jalan lingkungan, SPALD-S, serta penerangan jalan umum.

Namun, khusus untuk 2026, penguatan sistem drainase menjadi salah satu prioritas utama dalam menjawab persoalan banjir lokal yang kerap dikeluhkan warga.

Nurchaidir berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat terealisasi tepat waktu dan berjalan sesuai target.

Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi fokus utama agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Baca Juga: MWT dan Safari Ramadhan, Strategi Pertamina Regional JBB Jaga Energi Tetap Aman Selama Lebaran 2026

“Kami berharap kegiatan ini bisa terrealisasi secara tepat waktu, tidak ada kendala, dan tidak ada halangan dalam prosesnya. Saat ini kami masih berproses dalam rangka percepatan pembangunan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga saluran air yang telah dibangun agar tidak kembali tersumbat oleh sampah atau sedimentasi.

Menurutnya, keberhasilan program drainase tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga kesadaran warga dalam merawat lingkungan.

Baca Juga: 8 Olahraga Paling Populer di Indonesia 2026 Favorit Gen Z

“Kami mohon kepada warga, mari kita jaga sama-sama dan pelihara bersama pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan cara menjaga dan merawat apa-apa yang sudah kita laksanakan,” tandasnya.

Dengan 72 kegiatan pembangunan drainase lingkungan yang direncanakan pada 2026, Pemkab Bekasi berharap risiko genangan dan banjir lokal dapat ditekan secara signifikan.

Penguatan infrastruktur dasar ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang mewujudkan permukiman yang lebih aman, sehat, dan tangguh terhadap bencana.***