BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan tiga sektor utama sebagai prioritas pembangunan pada tahun 2027, yakni kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan.

Penetapan ini disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027 yang digelar di Aula Gedung Mamun Nawawi, Rabu 8 April 2026.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut menjadi fokus utama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara merata.

“Kesehatan itu wajib, tidak boleh ada masyarakat yang tidak terlayani. Infrastruktur juga menjadi prioritas, termasuk perbaikan jalan. Begitu juga pendidikan, baik pembangunan sekolah baru maupun rehabilitasi sekolah rusak,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 9 April 2026.

Baca Juga: WFH Mulai Dipertimbangkan, Tirta Bhagasasi Siapkan Skema Kerja Baru untuk Pegawai

Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Bekasi ke depan harus benar-benar memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar program yang bersifat administratif.

Ia juga menekankan bahwa Musrenbang tidak boleh hanya menjadi agenda tahunan tanpa hasil konkret, melainkan harus menjadi acuan dalam menentukan arah pembangunan yang berkeadilan.

“Ke depan saya ingin Musrenbang ini bukan hanya seremonial. Kita harus memastikan adanya pembangunan yang berkeadilan. Jangan sampai Musrenbang dilakukan, tetapi ada desa yang tidak merasakan pembangunan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah akan menetapkan skala prioritas pembangunan di setiap desa agar program yang dijalankan lebih terarah dan tepat sasaran.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Target Tekan Pengangguran

Setiap desa direncanakan memiliki tiga hingga lima titik prioritas pembangunan yang difokuskan terlebih dahulu.

“Setiap desa akan kita tentukan prioritasnya, misalnya tiga sampai lima titik pembangunan yang dikunci lebih dulu. Setelah itu baru kita lihat kebutuhan lain berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga akan mendorong inovasi pembiayaan melalui kolaborasi dengan kawasan industri dan perusahaan untuk menutupi keterbatasan anggaran daerah.

“Kita akan libatkan kawasan industri. Ada ribuan perusahaan yang bisa berkontribusi, misalnya membantu pembangunan fasilitas pendidikan atau infrastruktur dasar,” ungkapnya.

Dengan fokus pada tiga sektor utama ini, pemerintah daerah berharap pembangunan di Kabupaten Bekasi dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.***