BEKASI.POJOKSATU.id - Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan pentingnya penguatan struktur organisasi dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) X PPP Kabupaten Bekasi yang digelar di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Selasa, 28 April 2026.

Menurut Uu, keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh tiga elemen utama, yakni suprastruktur, infrastruktur, dan struktur organisasi itu sendiri.

“Jadi sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik, salah satunya adalah adanya struktur yang mumpuni. Karena sesuatu bisa berjalan, ada tiga syaratnya, yaitu suprastruktur, infrastruktur, dan struktur,” ujar dia.

Baca Juga: DPRD dan Polisi Dorong Regulasi Pembatasan Truk di Kabupaten Bekasi, Soroti Maraknya Pelanggaran ODOL

Ia menjelaskan, dari sisi suprastruktur, PPP telah memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai landasan. Sementara dari sisi infrastruktur, partai telah memiliki kantor di berbagai wilayah. Namun, yang kini menjadi fokus utama adalah penguatan struktur kepengurusan di semua tingkatan.

“Struktur itu harus kuat supaya tujuan Partai Persatuan Pembangunan bisa tercapai dengan sempurna. Kuatnya kepemimpinan harus ada di semua tingkatan, mulai dari DPP, DPW, DPC, PAC hingga ranting,” jelasnya.

Uu juga menekankan pentingnya menjaga soliditas pasca pelaksanaan muscab. Ia mengingatkan bahwa perbedaan atau persaingan sebelum muscab adalah hal yang wajar, namun harus diakhiri setelah keputusan ditetapkan.

“Kalau ada persaingan sebelum muscab itu wajar. Tapi setelah selesai, setelah ada keputusan, hentikan, jangan gaduh. Yang terpenting adalah kebersamaan,” tegasnya.

Baca Juga: Panitia Pengisian BPD Tamanrahayu Kedepankan Transparansi, Rutin Update Info kepada Warga

Terkait penurunan perolehan kursi PPP di sejumlah daerah, Uu menyatakan optimistis dapat mengembalikan kejayaan partai, termasuk di Kabupaten Bekasi. Namun, hal tersebut membutuhkan dukungan seluruh kader di tingkat bawah.

“Dengan kepemimpinan saya, insya Allah akan mengembalikan kejayaan PPP di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Bekasi. Tapi itu harus didukung oleh PAC, DPC, dan ranting,” ujarnya.

Ia juga mendorong kader untuk lebih aktif turun ke masyarakat melalui pendekatan langsung, bukan hanya mengandalkan media sosial.

“Silaturahmi itu penting. Orang akan lebih tergerak hatinya kalau kita turun langsung, ngobrol, dan membangun hubungan emosional. Itu lebih kuat daripada sekadar di media sosial,” katanya.

Menanggapi isu pergantian kepengurusan di sejumlah daerah, Uu menegaskan bahwa tidak ada pemecatan ataupun pergantian besar-besaran, melainkan hanya penyegaran organisasi.

Baca Juga: Sinergi Pusat dan Daerah Ditekankan, Bekasi Dorong Percepatan Pembangunan di Hari Otda 2026

“Tidak ada yang diganti, hanya penyegaran saja untuk menjalankan amanat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan muscab di berbagai daerah merupakan amanat organisasi, bukan keputusan individu pimpinan partai.

“Muscab itu bukan perintah ketua DPW atau ketua umum, tapi perintah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” tegasnya.

Uu mengibaratkan kondisi PPP saat ini seperti kendaraan yang sedang dipersiapkan sebelum melaju.

“Kita ini sedang menata, seperti mobil yang mau jalan. Harus dicek dulu semuanya, baru kita gas. Kami sedang menyiapkan agar bisa masuk ke ‘sirkuit’ dengan kondisi terbaik untuk meraih kemenangan,” pungkasnya.***