BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pendidikan vokasi sebagai strategi menekan angka pengangguran yang saat ini masih berada di kisaran delapan persen.

Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja usai menghadiri High Level Meeting (HLM) lintas kementerian yang diselenggarakan BPS Provinsi Jawa Barat di Cikarang Selatan, Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.

Asep mengatakan penguatan program vokasi menjadi langkah penting agar kompetensi pencari kerja dapat mengikuti perkembangan kebutuhan industri yang terus berubah.

Baca Juga: BPD Baru Diminta Kawal Infrastruktur, Desa Wisata, dan Penghijauan di Kertarahayu

"Kabupaten Bekasi masih memiliki angka pengangguran sekitar delapan persen. Karena itu, kita membutuhkan penguatan BLK dan pendidikan vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah berdiskusi dengan Menteri Ketenagakerjaan mengenai dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat program vokasi di daerah yang menjadi salah satu pusat industri nasional tersebut.

Ia menilai Bekasi membutuhkan dukungan pelatihan berbasis teknologi dan manufaktur modern agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan lebih mudah terserap oleh perusahaan.

Asep berharap penguatan pendidikan vokasi tidak hanya meningkatkan kompetensi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal sehingga keberadaan kawasan industri dapat berkontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.***