BEKASI.POJOKSATU.id - Dukungan terhadap bakal calon Kepala Desa Ciledug, Hadi Hidayat, terus mengalir menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ciledug 2026. Kali ini, ratusan warga Tonggong Londong, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menyatakan dukungan mereka dalam sebuah kegiatan yang digelar di lapangan Tonggong Londong, Minggu, 29 Agustus 2026.

Suasana penuh semangat terlihat sejak awal acara. Warga bersama-sama meneriakkan yel-yel kemenangan untuk Hadi Hidayat sebelum melanjutkan kegiatan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan soliditas dukungan.

Hadi Hidayat yang hadir dalam kegiatan tersebut turut berbaur dengan masyarakat. Setelah melayani permintaan swafoto dari para pendukung, ia duduk lesehan dan menikmati hidangan bersama warga.

Baca Juga: Hadi Hidayat: Pembangunan Desa Ciledug Harus Dibarengi Penguatan Karakter dan Spiritual

Hadi mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat yang secara swadaya mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, kegiatan makan bersama ini murni dari warga, termasuk penyewaan tenda. Mereka juga mengadakan santunan. Dukungan masyarakat sangat kuat," ujar Hadi.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan politik, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara dirinya dan masyarakat Desa Ciledug. Ia berkomitmen menjadikan pertemuan serupa sebagai agenda rutin, baik di lingkungan kampung maupun kawasan perumahan.

"Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus kita adakan, baik di kampung maupun di perumahan. Minimal setiap satu setengah bulan sekali kita berkumpul dan makan bersama warga," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Hadi Hidayat, Ustadz Eras Rasyied, menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal penting menjelang Pilkades Ciledug 2026. Ia optimistis Hadi Hidayat mampu meraih dukungan mayoritas warga.

Baca Juga: Dukungan Ulama untuk Hadi Hidayat Menguat Jelang Pilkades Ciledug 2026

Ke depan, tim pemenangan berencana terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan informal, seperti duduk bersama, ngopi bareng, dan menyapa warga secara rutin.

"Kegiatan seperti ini akan terus kami agendakan. Tidak hanya saat musyawarah dusun, tetapi juga melalui silaturahmi, ngopi bareng, dan menyapa warga secara berkala," ujar Eras.***