BEKASI.POJOKSATU.id – Sebanyak 14 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan akibat adanya rel patah di jalur hulu KM 28+0/1 antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Tambun.
Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Raditya Mardika Putra, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut pertama kali ditemukan oleh Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) saat melakukan pengecekan rutin pada Selasa, 2 Desember 2025.
“Sekitar pukul 08.00 WIB, PPJ mendapati adanya rel yang patah di lokasi tersebut. Sesuai prosedur keselamatan, petugas langsung menghentikan laju KA 132B Parahyangan dengan menunjukkan Semboyan 3 (tanda berhenti),” kata Raditya dalam keterangannya, Selasa, 2 Desember 2025.
Baca Juga: Polsek Tambun Selatan Gelar Patroli Jalan Kaki di Kawasan Pasar Swalayan Naga Tambun
Masinis KA Parahyangan kemudian melaporkan temuan itu ke Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) untuk ditindaklanjuti. Petugas melakukan perbaikan sementara agar kereta dapat melewati titik tersebut dengan kecepatan terbatas, maksimal 5 kilometer per jam.
Setelah KA 132B Parahyangan melintas, perbaikan jalur dilanjutkan secara menyeluruh hingga akhirnya selesai pada pukul 08.55 WIB. Jalur kembali dapat digunakan dengan kecepatan normal.
Insiden ini membuat sejumlah perjalanan jarak jauh mengalami keterlambatan: KA Parahyangan terlambat 10 menit, Fajar Utama Yogyakarta 15 menit, Taksaka 17 menit, Gajahwong 22 menit, Dharmawangsa 25 menit, Argo Bromo Anggrek 11 menit, dan KA Pangandaran 9 menit.
“Selain itu, tujuh perjalanan Commuter Line juga ikut terdampak akibat pembatasan kecepatan dan proses perbaikan,” tambah Raditya.
KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan perjalanan tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa seluruh tindakan penanganan dilakukan sesuai standar operasional demi menjamin keselamatan.
Baca Juga: Wabup Bekasi Dorong Peningkatan Kualitas Guru dan Apresiasi Layanan Kesehatan Berprestasi
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas kami. Kami mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan yang berhasil mendeteksi dan menangani kerusakan sehingga operasional tetap aman,” demikian kata dia.***




