BEKASI.POJOKSATU.id - Banjir rob di Kabupaten Bekasi melanda pesisir utara Kabupaten Bekasi sejak lima hari lalu telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong.

Ratusan warga Kampung Pondok 2, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, terpaksa menghentikan aktivitas mereka.

Sebanyak 300 kepala keluarga dari dua rukun tetangga terdampak langsung oleh banjir rob ini.

Ridwan, salah seorang nelayan, mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan-rekan nelayan lainnya tidak dapat melaut selama seminggu terakhir karena kondisi air laut yang sedang pasang.

Baca Juga: Banjir Rob Rendam 3 Desa di Bekasi, Warga Harapkan Bantuan Segera

"Sudah seminggu kami tidak bisa melaut untuk mencari ikan," ujar Ridwan, Selasa, 16 Desember 2024.

Dampak banjir rob tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan.

Ridwan menjelaskan beberapa warga mulai mengalami gangguan kesehatan seperti gatal-gatal dan diare akibat genangan air laut.

Sementara itu, Rohadi, seorang warga lainnya, menyatakan tambak udang miliknya yang seluas satu hektar harus menanggung kerugian besar akibat gagal panen.

“Karena tambak terendam, hasil panen kami hilang. Kerugian saya bisa mencapai Rp10 juta,” kata dia.

Masyarakat terdampak berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu pemulihan ekonomi, baik dalam bentuk bantuan permodalan maupun solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir rob di Kabupaten Bekasi.***