BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir yang melanda Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memaksa ribuan keluarga meninggalkan rumah mereka.

Sekitar 3.000 kepala keluarga (KK) dari Desa Sukamekar harus mengungsi akibat genangan air yang belum juga surut.

Di tengah kondisi darurat tersebut, kebutuhan dasar para pengungsi, terutama bayi dan lansia, masih sangat terbatas dan bantuan belum sepenuhnya merata.

Baca Juga: Sekolah Bekasi Dikejutkan PJJ Mendadak, Guru Berpacu dengan Cuaca Ekstrem

Banjir terjadi sejak Kamis 22 Januari 2026 akibat luapan Kali Cikarang Bekasi Laut.

Ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga dua meter, membuat permukiman warga nyaris terendam seluruhnya.

Warga pun terpaksa menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman seperti musala, masjid, kantor desa, gedung umum, hingga rumah warga yang tidak terdampak banjir.

Baca Juga: Sengketa Lahan Pemkab Bekasi di Babelan, Warga Lawan Dugaan Mafia Tanah Usai Putusan PN Cikarang

Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, mengatakan jumlah pengungsi terus bertambah seiring kondisi banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Per KK itu hampir ada 3.000 kepala keluarga yang mengungsi. Mereka tersebar di musala, masjid, kantor desa, rumah warga, dan gedung-gedung umum,” ujar Taufik.

Di lokasi pengungsian, kondisi para korban banjir cukup memprihatinkan.

Baca Juga: Sidang Aanmaning Sengketa Lahan Pemkab Bekasi di PN Cikarang Belum Putus

Banyak di antara pengungsi merupakan kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lanjut usia.

Keterbatasan logistik membuat kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, susu bayi, popok, serta perlengkapan lansia sangat dibutuhkan.

“Banyak lansia, banyak bayi. Untuk saat ini yang paling dibutuhkan itu makanan siap saji atau makanan instan. Kebutuhan untuk bayi dan lansia masih sangat kurang,” kata Taufik.

Ia menambahkan, hingga saat ini bantuan yang masuk belum mencukupi dan belum merata ke seluruh titik pengungsian.

Proses evakuasi warga masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta pemadam kebakaran.

Baca Juga: Penilaian ITKP Pemkot Bekasi 2025 Raih Predikat Sangat Baik dari LKPP

Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk menjangkau rumah-rumah warga yang masih terendam banjir.

“Saat ini dari pihak BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet,” ucap Taufik.

Banjir kali ini disebut sebagai banjir kedua dalam sepekan dan kondisinya jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.

Warga berharap ada perhatian serius dan bantuan cepat dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, mengingat kondisi pengungsi yang semakin rentan jika banjir terus berlanjut.***