CIKARANG, POJOKSATU.id - Tingginya angka pengangguran terbuka yang menyentuh angka 8,68 persen menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi. Menanggapi persoalan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengajak sektor industri untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal melalui penyaluran program CSR yang terintegrasi.
Dalam Musrenbang CSR Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang mengusung gerakan "Gerak CSR Solid", Asep menyampaikan bahwa penyelesaian masalah ketenagakerjaan membutuhkan komitmen nyata dari dunia usaha. Pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal dinilai menjadi kunci utama agar warga Kabupaten Bekasi mampu bersaing di pasar kerja industri.
Asep mendorong agar penyaluran CSR tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan dikumpulkan dalam satu perencanaan daerah agar dampaknya terukur langsung terhadap penurunan tingkat pengangguran.
“Kita ingin perusahaan dan pemerintah daerah bisa bekerja sama untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus membantu mengatasi persoalan pengangguran. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan peluang bagi masyarakat,” tegas Asep, Rabu, 14 Oktober 2026.
Sebagai wujud tindak lanjut, Pemkab Bekasi berencana mengunjungi kawasan-kawasan industri untuk membangun ruang dialog bersama pengelola kawasan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelatihan kerja berkelanjutan yang mendukung daya saing warga lokal di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri.




