BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi mempercepat pembenahan infrastruktur sebagai langkah mitigasi bencana dan perlindungan keselamatan publik di tengah musim hujan.

Fokus utama diarahkan pada perbaikan sistem drainase, jembatan rusak, serta sejumlah ruas jalan yang terdampak banjir sebelumnya.

Langkah ini diambil setelah hasil peninjauan lapangan menunjukkan sejumlah titik infrastruktur mengalami kerusakan cukup serius.

Baca Juga: Di Tengah Luka Banjir, Bantuan Baznas Bekasi Hidupkan Kembali Tradisi Meugang dan Optimisme Warga

Drainase yang tidak berfungsi optimal dinilai menjadi salah satu faktor utama terjadinya genangan dan banjir saat curah hujan tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bagian dari strategi pencegahan bencana ke depan.

“Kami fokus pada percepatan pembangunan, terutama perbaikan jalan berlubang, mengingat jalur di Kabupaten Bekasi menjadi akses mudik menjelang Idulfitri,” kata Asep.

Baca Juga: Okupansi Naik 43,8 Persen, Trans Bekasi Keren Didorong Jadi Solusi Kemacetan Kota

Menurutnya, pembenahan drainase menjadi prioritas karena sistem aliran air yang tersumbat atau rusak dapat memperparah genangan saat hujan deras.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memicu banjir berulang yang mengganggu aktivitas warga dan merusak infrastruktur lainnya.

Selain drainase, perbaikan jembatan juga menjadi perhatian penting.

Baca Juga: Jalan Berlubang dan Drainase Jebol, Pemkab Bekasi Kebut Izin Kemendagri Demi Keselamatan Warga

Beberapa jembatan dilaporkan mengalami kerusakan struktural akibat tergerus arus air saat banjir.

Kondisi ini dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jalan, terutama kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencatat sejumlah infrastruktur rusak berdasarkan hasil peninjauan langsung.

“Kami telah mencatat sejumlah infrastruktur rusak yang harus segera ditangani. Perbaikan ini mendesak demi keselamatan masyarakat saat curah hujan tinggi, sekaligus mengantisipasi kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang,” ujarnya.

Henri menambahkan, pembenahan drainase akan difokuskan pada titik-titik rawan genangan, termasuk kawasan permukiman dan ruas jalan utama.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Perkuat Budaya Inovasi Usai Perda Inovasi Daerah Disahkan

Normalisasi saluran air serta peningkatan kapasitas aliran menjadi bagian dari rencana teknis yang disiapkan.

Percepatan ini juga mempertimbangkan aspek keselamatan warga secara menyeluruh.

Jalan berlubang yang dibiarkan terlalu lama dapat memicu kecelakaan, terutama saat hujan ketika lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat oleh pengendara.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Larang THM Beroperasi Selama Ramadan 2026

Pemkab Bekasi menyadari bahwa infrastruktur memiliki peran strategis dalam menekan risiko bencana.

Sistem drainase yang baik dapat meminimalkan genangan, sementara jembatan yang kokoh menjamin konektivitas antarwilayah tetap aman.

Meski demikian, percepatan pembangunan tetap harus melalui prosedur administratif karena status kepala daerah saat ini sebagai pelaksana tugas.

Pemkab berencana segera bersurat ke Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan seluruh langkah percepatan berjalan sesuai regulasi.

Dengan pembenahan drainase, perbaikan jembatan, dan penanganan jalan rusak, pemerintah daerah berharap potensi banjir dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga sepanjang musim hujan.

Upaya ini sekaligus menjadi komitmen untuk membangun sistem infrastruktur yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.***