BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan dan penanganan gas elpiji.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terulangnya insiden ledakan elpiji yang terjadi di Kampung Pulo Kapuk, RT 1 RW 5, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai penggunaan elpiji, termasuk langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran gas.

Menurut Asep, edukasi tidak cukup hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi perlu menjangkau masyarakat hingga lingkungan terkecil.

"Ini harus ada sosialisasi agar masyarakat paham ketika menghadapi kondisi darurat akibat kebocoran elpiji. Kami akan bekerja sama kalau bisa hingga ke tingkat RT-RW," kata Asep, Selasa 2 September 2026.

Dia menilai, pemahaman masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat akibat kebocoran gas menjadi hal penting. Sebab, kepanikan atau ketidaktahuan dalam menangani kebocoran dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran maupun ledakan.

"Kami kasih sosialisasi soal penanganan, jangan sampai ini terjadi lagi," ujarnya.

Baca Juga : Ledakan Elpiji di Bekasi, Pemkab Tanggung Biaya Perawatan Korban hingga Pulih

Asep mengatakan, edukasi nantinya diarahkan agar masyarakat mengetahui tindakan yang tepat ketika mencium bau gas atau menemukan adanya indikasi kebocoran pada tabung maupun instalasi elpiji.

Masyarakat juga perlu mengetahui pentingnya memastikan pemasangan tabung dan regulator dilakukan dengan benar serta tidak melakukan tindakan yang justru dapat memicu api saat terjadi kebocoran gas.

"Untuk penanganan korban kami lakukan, tetapi pencegahan ke depan juga tidak kalah penting," tegasnya.

Menurut Asep, kejadian di Cikarang Utara menjadi pembelajaran bahwa pengetahuan dasar mengenai penggunaan gas dan penanganan kondisi darurat perlu dimiliki masyarakat.

Karena itu, Pemkab Bekasi akan mendorong sosialisasi penggunaan elpiji dilakukan secara lebih luas hingga tingkat RT dan RW.

Selain mencegah kejadian serupa, edukasi tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tenang dan memahami langkah keselamatan ketika menghadapi persoalan terkait gas elpiji.

"Jangan sampai ini terjadi lagi," pungkas Asep.***