BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menangani kerusakan tanggul sungai citarum di wilayah hilir yang berpotensi mengancam permukiman warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan, saat ini terdapat sedikitnya 16 titik tanggul yang mengalami kerusakan berat bahkan jebol, sehingga tidak memungkinkan ditangani secara mandiri oleh pemerintah daerah.
“Ada 16 titik tanggul yang rusak dan jebol. Kondisi ini tidak bisa ditangani secara parsial oleh Pemkab Bekasi,” ujar Asep, Jumat, 6 Februari 2026.
Baca Juga: Properti di Bekasi Berubah Wajah, Hunian Kini Jadi Mesin Pendapatan Jangka Panjang
Menurutnya, tanggul memiliki fungsi vital sebagai penahan luapan air, khususnya ketika intensitas hujan meningkat. Kerusakan pada tanggul tersebut dikhawatirkan memicu banjir berulang yang berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Karena itu, Pemkab Bekasi meminta dukungan penuh dari Pemprov Jawa Barat dan BBWS agar penanganan tanggul kritis dan jebol dapat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
“Kami meminta dukungan Pemprov Jawa Barat dan BBWS agar penanganan tanggul jebol dan kritis bisa dilakukan secara komprehensif,” kata Asep.
Baca Juga: Pesan Kades Tamanrahayu untuk Panitia Pengisian BPD
Ia menilai percepatan perbaikan tanggul menjadi langkah strategis untuk menekan risiko banjir tahunan yang selama ini merugikan masyarakat di wilayah hilir.
Pemkab Bekasi juga menyiapkan skema pembiayaan kolaboratif guna mempercepat realisasi perbaikan. Pendanaan direncanakan bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat, serta dukungan BBWS.
“Pembiayaan akan dilakukan secara kolaboratif melalui APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat, serta dukungan BBWS,” jelasnya.
Asep menambahkan, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar kualitas konstruksi tanggul sesuai standar teknis serta mempertimbangkan daya dukung lingkungan, sehingga kerusakan serupa tidak kembali terjadi.
“Harapannya, ke depan tidak ada lagi tanggul yang jebol dan masyarakat bisa merasa lebih aman, terutama saat musim hujan,” ucap dia memungkas.***




