BEKASI.POJOKSATU.id– Aksi cepat dan humanis kembali ditunjukkan jajaran Polres Metro Bekasi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Dua pria bernama Wahyu dan Sapri yang merupakan asal Medan, Sumatera Utara, yang sempat terlantar di Bekasi akhirnya bisa pulang ke kampung halaman setelah mendapat bantuan dari kepolisian.
Keduanya diduga menjadi korban penipuan kerja di luar daerah. Dalam kondisi kelelahan, kebingungan, dan tanpa biaya, mereka nekat mendatangi Mapolres Metro Bekasi untuk mencari pertolongan.
Saat berada di lokasi, mereka melihat spanduk layanan Curhat Langsung ke Bunda Kapolres (CLBK) yang terpasang di depan Mako Polres. Tanpa pikir panjang, salah satu dari mereka langsung menghubungi nomor yang tertera.
Tak berselang lama, laporan tersebut langsung sampai ke Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni. Ia pun segera menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat membantu.
“Begitu kami menerima laporan, anggota langsung kami arahkan untuk mengecek kondisi korban dan memberikan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Sumarni, dari keterangan tertulisnya, Kamis 26 Maret 2026.
Petugas piket dari Satuan Samapta bersama Satlantas Polres Metro Bekasi langsung turun tangan. Kedua korban diberikan pelayanan, pendampingan, hingga difasilitasi untuk pulang ke kampung halaman.
“Kami pastikan mereka dalam kondisi aman, kemudian kami bantu proses pemulangannya menggunakan transportasi yang tersedia,” jelasnya.
Baca Juga : Murah dan Unik, Kerupuk Melarat Jadi Oleh-Oleh Favorit Pemudik
Keduanya akhirnya diberangkatkan menggunakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) menuju Medan.
Sumarni menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui inovasi layanan CLBK.
“Layanan ini kami hadirkan agar masyarakat bisa lebih mudah menyampaikan keluhan atau meminta bantuan. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan,” tegas Sumarni.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas, terutama yang menjanjikan gaji besar tanpa prosedur yang transparan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran kerja yang mencurigakan. Pastikan informasi yang diterima valid agar tidak menjadi korban penipuan,” tandasnya.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.***




