BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 6.840 kepala keluarga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dampak cuaca ekstrem tersebut meliputi banjir, angin kencang, hingga kejadian pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 15 desa di enam kecamatan yang mengalami dampak langsung akibat cuaca ekstrem. Keenam kecamatan tersebut meliputi Muaragembong, Cabangbungin, Sukawangi, Babelan, Tarumajaya, dan Tambun Selatan.
Di Kecamatan Muaragembong, terdapat tiga desa terdampak, yakni Desa Pantai Bahagia yang mengalami angin kencang, serta Desa Jayasakti dan Desa Pantai Harapan Jaya yang terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter.
Baca Juga: Baznas Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Muaragembong
"Desa Pantai Bahagia mengalami angin kencang, Desa Jayasakti dan Desa Pantai Harapan Jaya terendam banjir dengan ketinggian 10 sampai 40 centimeter," kata dia.
Sementara itu, banjir juga melanda lima desa di Kecamatan Cabangbungin, yaitu Desa Sindang Jaya, Lenggahjaya, Lenggahsari, Setialaksana, dan Jayalaksana. Di Kecamatan Babelan, banjir tercatat terjadi di Desa Buni Bakti, Desa Hurip Jaya, dan Desa Kedungpengawas.
Adapun di Kecamatan Tambun Selatan, angin kencang dilaporkan terjadi di Kelurahan Jatimulya. Di Kecamatan Sukawangi, pohon tumbang menimpa wilayah Desa Sukaringin. Sedangkan di Kecamatan Tarumajaya, kejadian pohon tumbang terjadi di Desa Setiamulya dan banjir melanda Desa Segaramakmur.
Baca Juga: Srikandi Cikarang Patrole, Polwan Polres Metro Bekasi Perkuat Keamanan Lewat Pendekatan Humanis
Dodi menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga di wilayah terdampak dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama dinas terkait. Selain itu, BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan dan monitoring lapangan untuk memastikan perkembangan kondisi cuaca ekstrem serta dampaknya terhadap masyarakat.***




