BEKASI.POJOKSATU.id - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang memanfaatkan momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 untuk memperkuat implementasi Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Melalui program tersebut, peserta yang telah menerima manfaat didorong agar mampu kembali produktif melalui usaha mandiri.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang, Muhyiddin Dj, mengatakan peringatan Harpelnas tahun ini memiliki makna berbeda karena tidak hanya berfokus pada pelayanan kepada peserta, tetapi juga menampilkan hasil nyata dari program pemberdayaan ekonomi yang telah dijalankan.
"Hari ini kami memberikan pelayanan spesial dan apresiasi kepada peserta, edukasi dan pendampingan layanan, bazar UMKM produk Program PEKA, serta perluasan perlindungan melalui gerebek komunitas," ujar Muhyiddin Dj, Jumat, 4 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan sejumlah pelaku UMKM binaan yang sebelumnya telah memperoleh pelatihan dan pendampingan. Mereka diberikan kesempatan memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat melalui bazar yang digelar di area kantor cabang.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekasi tekankan pemanfaatan santunan untuk ekonomi berkelanjutan
Menurut Muhyiddin, kehadiran para pelaku UMKM tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan mampu membantu peserta bangkit dan kembali menjalankan usaha secara mandiri.
"Perbedaan tahun ini dibanding sebelumnya adalah kami sudah bisa melihat hasil dari program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Kami terus memberikan edukasi kepada peserta yang telah melakukan klaim agar kembali produktif, sekaligus memantau kebutuhan mereka ke depan," katanya.
Beragam produk hasil binaan Program PEKA turut dipamerkan dalam bazar, mulai dari minuman Selaksa Tea, Peyek Bu Sulis, keripik singkong, Bakso Pak Ali, siomay dan batagor Sadulur, sempol ayam, hingga berbagai produk kerajinan tangan.
Muhyiddin menjelaskan, penyelenggaraan bazar sejalan dengan konsep Harpelnas 2026 yang mendorong promosi produk peserta binaan agar memiliki akses pasar dan peluang kemitraan yang lebih luas.
Ia berharap peringatan Hari Pelanggan Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan peserta sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Salah satu pelaku UMKM binaan, pemilik Selaksa Tea, Yudhitia Ayu Lestari, mengaku terbantu dengan kesempatan memasarkan produknya melalui kegiatan tersebut.
Baca Juga: Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Besuk Dua Peserta Korban Kecelakaan Kerja
"Kami berharap kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cikarang terus berlanjut sehingga produk kami semakin dikenal masyarakat," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Vina Tunita Sari, pemilik usaha sempol ayam dan es kasturi. Ia berharap kolaborasi semacam ini terus dilakukan agar UMKM lokal memiliki lebih banyak kesempatan memperluas pasar.
"Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan. Semoga pelayanannya semakin baik dan terus mendukung pelaku UMKM untuk mewujudkan kemandirian ekonomi," katanya.***




