BEKASI.POJOKSATU.id - Aliansi Cipayung Plus Kabupaten Bekasi yang terdiri dari lima organisasi mahasiswa, yakni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), memutuskan untuk menunda aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 1 September 2025.

Keputusan penundaan ini didasari oleh pertimbangan situasi dan dinamika yang berkembang di wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya. Cipayung Plus menilai adanya potensi provokasi dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang dikhawatirkan dapat memicu tindakan anarkis.

“Atas nama Cipayung Plus Kabupaten Bekasi, kami mengecam segala bentuk aksi provokatif dan anarkisme yang mengatasnamakan aliansi kami,” demikian pernyataan resmi yang diterima redaksi, Senin pagi, 1 September 2025.

Baca Juga: Imbauan Disdik, Pelajar TK sampai SMP di Kabupaten Bekasi Belajar Daring Hingga 3 September

Lebih lanjut, aliansi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa gerakan yang mereka usung selalu berorientasi pada penyampaian aspirasi secara damai, konstruktif, dan bertanggung jawab. Penundaan aksi disebut sebagai bentuk kehati-hatian agar tujuan perjuangan mahasiswa tidak ditunggangi oleh kepentingan lain yang justru merugikan masyarakat.

“Keputusan ini diambil demi menjaga kondusivitas, serta memastikan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan tanpa adanya distorsi maupun kekerasan,” lanjut pernyataan tersebut.

Cipayung Plus Kabupaten Bekasi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan dialog, persatuan, serta menjaga ketenangan di tengah situasi yang berkembang.

Aksi demonstrasi Cipayung Plus sedianya akan berlangsung di Polres Metro Bekasi di Jababeka, Cikarang Utara dan gedung DPRD Kabupaten Bekasi.***