BEKASI.POJOKSATU.ID - Peristiwa erosi di bantaran Kali Cikarang, Kabupaten Bekasi, menyisakan kisah tragis bagi warga yang rumahnya hancur secara perlahan.

Di Kampung Kaum RT 01 RW 05, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, empat rumah dilaporkan rusak akibat gerusan air sungai yang terus terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Salah satu warga terdampak, Puput (30), menceritakan bagaimana rumahnya di Bekasi hancur sedikit demi sedikit, dimulai dari bagian dapur hingga akhirnya tembok utama ikut ambruk.

“Pelan-pelan, awalnya dapur, terus kamar mandi. Yaudah sekarang udah abis, sampai tembok belakang rumah,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 2 April 2026.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Dorong Rusun Subsidi Meikarta Jadi Solusi Hunian dan Penataan Kota

Ia mengingat momen paling menegangkan terjadi pada Juli 2025, saat debit air Kali Cikarang meningkat drastis akibat hujan deras.

Saat itu, terdengar suara gemuruh keras di tengah malam yang membuatnya terkejut.

“Pas malam itu ada suara gemuruh, tiba-tiba tembok belakang roboh. Padahal anak sama orang tua lagi tidur,” kenangnya.

Sejak kejadian tersebut, erosi terus berlanjut tanpa henti. Tanah di sekitar rumahnya terus terkikis hingga kini posisi bangunan yang dulunya jauh dari sungai justru berada tepat di tepi aliran air.

Baca Juga: Api Melalap SPBE Cimuning Bekasi, Rumah Warga dan Kios Jadi Korban

“Awalnya adalah 700 meteran (jarak rumah dengan bibir sungai),” kata Puput.

Kondisi tersebut membuat rumah yang telah bersertipikat itu kini tidak lagi layak huni.

Demi keselamatan, Puput bersama keluarganya terpaksa meninggalkan rumah dan mengontrak di tempat lain di wilayah Bekasi dengan biaya Rp600 ribu per bulan.

“Sekarang kita ngontrak nggak terlalu besar. Barang-barang nggak bisa dibawa semua,” ujarnya.

Tak hanya Puput, sedikitnya tiga kepala keluarga di kawasan tersebut juga terdampak dan memilih mengungsi karena khawatir erosi semakin meluas.

Meski begitu, masih ada warga yang bertahan di lokasi dengan risiko tinggi.

Baca Juga: Korban Kebakaran SPBE Bekasi Terus Bertambah, Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Pasti Kebakaran

Pemerintah desa setempat telah memberikan bantuan darurat berupa sembako dan melaporkan kondisi ini ke pemerintah daerah Bekasi.

Namun, untuk penanganan fisik seperti pembangunan kembali rumah atau penguatan bantaran sungai, masih terkendala kewenangan dan anggaran.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, seperti betonisasi Kali Cikarang, agar bencana serupa tidak terus mengancam permukiman di Bekasi.***