BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Desa Ragemanunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mengadakan rembuk stunting di Aula Kantor Desa pada Sabtu, 6 Desember 2025. Forum ini digelar untuk merumuskan langkah strategis dalam pencegahan dan penurunan kasus stunting pada tahun 2026.
Kepala Desa Ragemanunggal, Endi, berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan dan inovasi baru agar angka stunting terus menurun.
“Harapan saya, pada 2026 pelayanan harus semakin baik dan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami stunting, atau setidaknya jumlahnya berkurang. Kami bekerja sama dengan para kader Posyandu, PKK, dan PSM,” ujar Endi.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Bantu Penanganan Bencana di Sumatra
Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh program yang dijalankan para kader posyandu. Endi juga meminta para kader untuk rutin melaporkan perkembangan terkait program pencegahan stunting.
“Penguatan kader terus kami dorong. Para kader harus menyampaikan laporan secara berkala. Target kami, Desa Ragemanunggal bisa menuju zero stunting,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 20 anak yang terindikasi stunting. Menurut Endi, anak-anak tersebut kini berada dalam pemantauan intensif kader posyandu dan terus mendapatkan dukungan berupa program makanan tambahan.***




