BEKASI.POJOKSATU.id - Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Jalan Pendidikan II No.100, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Senin, 15 Juli 2026, berlangsung semarak.
Ratusan orang tua terlihat mengantar putra-putri mereka yang mulai memasuki jenjang pendidikan baru.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengatakan kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah menjadi dukungan moral yang penting bagi anak dalam menjalani proses adaptasi di lingkungan baru.
"Hari pertama ini saya melihat aura kebahagiaan dari para orang tua yang mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Mudah-mudahan momen ini menjadi kenangan yang indah sekaligus motivasi bagi anak-anak dalam memulai Tahun Ajaran 2026/2027," ujar Imam.
Menurutnya, MPLS merupakan fase penting untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah sekaligus menyesuaikan diri dengan budaya belajar yang baru.
Karena itu, seluruh pihak diminta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung.
"Kami menghimbau semua pihak untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi siswa selama menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah," katanya.
Imam menegaskan kepala sekolah, guru, serta panitia MPLS wajib memastikan seluruh rangkaian kegiatan bersifat edukatif dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan.
"Pastikan tidak ada perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan, dan tidak ada hal-hal yang mencederai tujuan MPLS. Guru, tenaga kependidikan, serta siswa harus bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang positif," tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan MPLS tidak hanya diukur dari pengenalan fasilitas sekolah, tetapi juga dari kemampuan sekolah menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan percaya diri pada peserta didik baru.
"Mari kita dampingi murid-murid dengan hati dan penuh empati sehingga MPLS Ramah 2026 benar-benar terwujud di Kabupaten Bekasi," ucapnya.
Baca Juga: 4 Ruko Terbakar di Tambun Selatan, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi juga memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan apabila ditemukan pelanggaran selama pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan yang berlaku.
"Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan. Namun kami berharap dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak, kejadian seperti itu tidak terjadi," jelas Imam.
Selain itu, Imam turut menyinggung keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang sempat menjadi perhatian saat proses penerimaan peserta didik baru. Menurutnya, rasio ruang kelas, sarana dan prasarana, serta jumlah tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi masih perlu ditingkatkan.
Ia menilai keberadaan sekolah swasta memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, mengingat belum seluruh calon siswa dapat tertampung di sekolah negeri.
"Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Peran sekolah swasta juga sangat penting untuk memperluas akses pendidikan karena memang belum semua siswa dapat tertampung di sekolah negeri," ungkapnya.
Baca Juga: Audiensi dengan Baznas Kabupaten Bekasi, Pokja Wartawan Setu Paparkan Program Sosial
Imam memastikan berbagai persoalan yang sempat muncul selama proses penerimaan peserta didik baru telah ditangani. Ia berharap seluruh kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif.
"Alhamdulillah persoalan yang sempat muncul sudah dapat diselesaikan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi hal-hal seperti itu sehingga layanan pendidikan di Kabupaten Bekasi semakin baik," harapnya.***




