BEKASI.POJOKSATU.id - Kebakaran melanda deretan ruko di Jalan Setiadarma, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 14 Juli 2026 malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu menghanguskan sedikitnya empat unit ruko.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, kobaran api diduga pertama kali terlihat dari bagian atap salah satu bangunan. Menyadari adanya kebakaran, warga segera memperingatkan para pemilik dan penyewa ruko sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Salah seorang penyewa ruko, Bule (28 tahun), mengatakan informasi awal yang diterimanya menyebut api muncul dari bagian atas bangunan.

"Informasi dari warga, api terlihat dari bagian atap ruko," ujarnya.

Baca Juga: Audiensi dengan Baznas Kabupaten Bekasi, Pokja Wartawan Setu Paparkan Program Sosial

Akibat kejadian itu, Bule mengaku mengalami kerugian sekitar Rp150 juta. Empat ruko yang terbakar diketahui digunakan sebagai toko sembako, toko plastik, gerai es buah, serta usaha kopi giling.

Komandan Pleton Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Wawan, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.53 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran bersama personel langsung dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari sejumlah relawan, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Yayasan Al Aqso Peduli, dan Cahaya Foundation yang memberikan dukungan layanan kesehatan di lokasi kejadian.

Menurut Wawan, petugas sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit. Banyaknya warga yang memadati area kebakaran juga menghambat pergerakan armada pemadam.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Matangkan Persiapan 3 Kegiatan Bulan Agustus

"Jalan menuju lokasi cukup sempit dan banyak warga yang berkumpul sehingga menjadi kendala bagi petugas saat melakukan pemadaman," katanya.

Meski demikian, api berhasil dikendalikan sekitar 20 menit setelah proses pemadaman dimulai.

Selama penanganan berlangsung, personel Polsek Tambun Selatan turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan aman dan tertib.

Wawan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun pihak pemadam menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian.

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran. Untuk penyelidikan penyebabnya menjadi kewenangan kepolisian," pungkasnya.***