BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi menerima kunjungan kerja dari DPMPTSP Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu, 3 Desember 2025, yang digelar di Aula Rapat DPMPTSP Kabupaten Bekasi.

Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua daerah untuk bertukar pengalaman mengenai pelayanan perizinan dan pengembangan peluang investasi, terutama yang berkaitan dengan kawasan industri Jababeka.

Rombongan Lampung Selatan yang dipimpin Kepala DPMPTSP, Rio Gismara, disambut oleh Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Juanda Rahmat, beserta jajaran.

Baca Juga: Asep Surya Atmaja Hadiri Borderline Economic Summit 2025, Dorong Sinergi Percepatan Ekonomi Wilayah Perbatasan

Juanda menjelaskan bahwa Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah dengan kontribusi investasi terbesar di Jawa Barat bahkan nasional, berkat keberadaan kawasan industri berstandar internasional seperti Jababeka, GIIC, MM2100, dan EJIP.

Ia juga menyebutkan adanya peluang bagi perusahaan yang telah beroperasi di Bekasi untuk melakukan ekspansi investasi ke Lampung Selatan sebagai bagian dari diversifikasi.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Bekasi selalu terbuka terhadap kolaborasi lintas daerah selama sesuai regulasi.

“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat pelayanan publik dan mendorong investasi yang inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Rio Gismara mengatakan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki pengalaman yang dapat dijadikan rujukan bagi Lampung Selatan, terutama dalam menarik investor ke kawasan industri.

Baca Juga: 28 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Setu, Puluhan Warga Mengungsi

“Lampung Selatan sedang mengembangkan kawasan ekonomi dan kawasan industri. Keberhasilan Kabupaten Bekasi dalam mengelola investasi menjadi contoh penting bagi kami, termasuk dalam hal sistem layanan dan kolaborasi dengan pihak swasta seperti Jababeka,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, juga dipaparkan profil kawasan industri Jababeka yang kini berkembang sebagai kota mandiri dengan fasilitas manufaktur, logistik, hingga pusat komersial.

Melalui kunjungan ini, kedua daerah berharap tercipta kemitraan yang kuat untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif baik di Kabupaten Bekasi maupun Lampung Selatan.***