BEKASI.POJOKSATU.ID - DPRD Kabupaten Bekasi mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk segera melakukan terobosan guna mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini menyusul kekhawatiran defisit anggaran karena belum maksimalnya realisasi pendapatan hingga pertengahan tahun.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, menegaskan bahwa Bapenda sebagai koordinator pendapatan daerah harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan.

Baca Juga: Warga Pemilik Bangunan Liar di Babelan Tuntut Ganti Rugi ke Pemkab Bekasi dan Gubernur Jabar

“Saat pembahasan P2APBD, kami sudah sampaikan bahwa Bapenda perlu membuat langkah-langkah progresif. Pendapatan daerah saat ini sangat menentukan keberlangsungan pembangunan,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Iwang, Jumat, 11 Juli 2025.

Iwang menyoroti capaian sektor-sektor pajak strategis yang dinilai masih jauh dari target, di antaranya pajak hotel, pajak parkir, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Banyak sektor pajak belum menyentuh angka 50 persen. Bahkan beberapa hanya di kisaran 30 persen. Ini perlu ditindaklanjuti secara serius,” kata dia.***