BEKASI.POJOKSATU.ID - Pengembangan dan aktivasi destinasi wisata lokal di Kabupaten Bekasi dinilai berpotensi besar mendongkrak ekonomi warga.
Selain menjadi alternatif rekreasi saat libur Idulfitri, sektor pariwisata diyakini mampu menggerakkan pelaku usaha kecil, membuka peluang kerja, hingga mendorong pemerataan manfaat ekonomi di tingkat lokal.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, menilai potensi wisata daerah selama ini belum digarap secara maksimal oleh pemerintah daerah.
Padahal, jika dikelola serius dan berkelanjutan, destinasi lokal dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
“Destinasi lokal harus mulai dipersiapkan, terutama pasca-Idulfitri, agar warga tidak perlu berlibur ke luar daerah,” ujar Ani Rukmini, dikutip dari Radar Bekasi, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, momentum libur Lebaran seharusnya menjadi kesempatan strategis untuk mengoptimalkan potensi wisata yang sudah tumbuh di tengah masyarakat.
Baca Juga: JTT Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta–Cikampek, Pastikan Perjalanan Aman Jelang Ramadan
Aktivitas wisata akan menciptakan perputaran uang di wilayah sendiri, mulai dari sektor kuliner, parkir, transportasi lokal, hingga pedagang kecil di sekitar lokasi.
Ani menilai, selama ini sejumlah titik wisata di Kabupaten Bekasi justru berkembang atas inisiatif dan swadaya masyarakat tanpa dukungan optimal dari pemerintah daerah.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan kurang maksimal dan dampak ekonominya belum terasa luas.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Terima Bantuan Atensi Rp776 Juta, Digelar Operasi Katarak hingga Bantuan Usaha
“Kita tidak punya spot wisata yang benar-benar ideal. Itu kan semua inisiasi masyarakat, dan kita kekurangan dana. Ini yang harus ditingkatkan,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan wisata bukan semata soal mempercantik lokasi, melainkan juga membangun ekosistem ekonomi yang sehat.
Dengan perencanaan matang, destinasi wisata dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga generasi muda.
Menurut Ani, pemerintah daerah perlu mengambil peran lebih aktif, baik dalam bentuk perbaikan infrastruktur, promosi, pendampingan manajemen, hingga membuka akses permodalan bagi pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.
Tanpa dukungan tersebut, potensi ekonomi hanya akan berkembang secara sporadis dan tidak berkelanjutan.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pemutakhiran Data Bansos dan Sinergi dengan Kemensos
Ia juga mendorong agar pemerintah mengidentifikasi dan mengaktivasi destinasi yang sudah memiliki basis pengunjung, lalu meningkatkan kualitasnya agar lebih layak dan nyaman.
Dengan demikian, warga tidak lagi bergantung pada daerah lain untuk berwisata, sementara uang belanja tetap berputar di Kabupaten Bekasi.
Pengembangan wisata lokal, lanjutnya, juga dapat menciptakan pemerataan manfaat ekonomi.
Baca Juga: Polisi Minta Masyarakat Kabupaten Bekasi Waspada Peredaran Uang Palsu, Ajak Masyarakat Terapkan 3D
Warga sekitar destinasi bisa memperoleh tambahan pendapatan dari berdagang, membuka jasa parkir, penyewaan permainan anak, hingga penyediaan homestay jika dikelola lebih profesional.
“Kalau dikelola serius, ini bisa menggerakkan ekonomi warga sekitar. Jangan sampai potensi yang sudah ada justru dibiarkan tanpa sentuhan,” tegasnya.
Ani menilai, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci agar sektor pariwisata benar-benar menjadi pengungkit ekonomi.
Selain meningkatkan pendapatan asli daerah, penguatan wisata lokal juga akan memperkuat identitas daerah serta meningkatkan kebanggaan warga terhadap wilayahnya sendiri.
Dengan pengembangan yang terarah, sektor wisata tidak hanya menjadi tempat rekreasi musiman.
Tetapi juga pilar ekonomi baru yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi secara lebih merata dan berkelanjutan.***




