BEKASI.POJOKSATU.ID - Kerusakan jalan di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, bukan sekadar persoalan infrastruktur.

Bagi warga pesisir, jalan tersebut merupakan akses utama yang menopang aktivitas harian sekaligus denyut ekonomi masyarakat.

Kondisi rusak yang telah berlangsung sekitar empat tahun terakhir dinilai menghambat mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca Juga: Kiriman Air dari Bogor, Tujuh Wilayah di Kota Bekasi Terendam Banjir

Jalan yang berlubang dan tidak rata menjadi satu-satunya jalur penghubung warga menuju pusat aktivitas, mulai dari pasar, sekolah, hingga akses distribusi hasil laut.

Setiap hari, sepeda motor, mobil bak terbuka, hingga kendaraan pengangkut hasil tangkapan nelayan melintas di jalur tersebut.

Azat, warga setempat, menyebut kerusakan jalan sudah lama dikeluhkan.

Baca Juga: Hujan Semalaman, Jalan Sultan Agung Bekasi Tergenang, Warga Terjebak Macet Sejak Pagi

Menurutnya, perbaikan sempat dilakukan, namun hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh seluruh ruas yang rusak.

“Awalnya warga sudah resah karena jalan tidak kunjung diperbaiki. Sudah ada 4 tahunan jalan seperti ini (rusak). Sempet ada perbaikan tapi ga maksimal dan tidak menyeluruh hanya satu dua titik,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 20 Februari 2026.

Kondisi tersebut membuat perjalanan warga menjadi lebih lambat dan berisiko, terutama saat musim hujan.

Baca Juga: Antisipasi Tawuran dan Balapan Liar di Bulan Ramadhan, Polisi Kota Bekasi Gencar Patroli

Jalan yang berlubang kerap tergenang air sehingga sulit dibedakan antara genangan biasa dan lubang dalam. Situasi ini berpotensi menyebabkan pengendara terjatuh atau kendaraan rusak.

Bagi warga pesisir seperti Pantai Bahagia, keterlambatan distribusi hasil tangkapan laut dapat berdampak langsung pada pendapatan.

Hasil laut yang tidak segera sampai ke pasar berisiko menurun kualitasnya, bahkan tidak laku terjual.

Kerusakan jalan pun memperbesar biaya operasional karena kendaraan lebih cepat mengalami kerusakan.

Aliya, salah satu koordinator penggalangan dana swadaya, menegaskan bahwa perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendesak demi keamanan dan kelancaran aktivitas warga.

Baca Juga: Hujan Dua Hari, Jalan Raya Perumnas 3 Bekasi Terendam Banjir 50 Sentimeter

“Kami ingin menyampaikan donasi dari masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam perbaikan jalan Desa Pantai Bahagia saat ini telah dilaksanakan,” ujar Aliya.

Ia menjelaskan, dana yang terkumpul dari masyarakat telah digunakan untuk membeli delapan truk batu kapur sebagai material penimbunan sementara.

“Adapun donasi yang kami kumpulkan yaitu untuk saat ini berkisar Rp23.921.0000,” tuturnya.

Baca Juga: Polsek Bekasi Utara Pantau Normalisasi Kali Mangseng, Pastikan Proyek Antisipasi Banjir Aman

Meski langkah swadaya ini membantu memperbaiki sebagian kerusakan, warga menyadari solusi tersebut belum permanen.

Mereka berharap ada intervensi pemerintah untuk perbaikan menyeluruh dengan konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama.

Anggi, koordinator lainnya, menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan dukungan konkret terhadap inisiatif warga.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Terima Audiensi Sanggar Berprestasi di Festival Seni Asia

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini ada dukungan dari pemerintah. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan bersama dan menjadi langkah awal untuk kerja sama yang positif berikutnya,” ungkapnya.

Warga juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa, namun mendapat penjelasan bahwa ruas tersebut berstatus jalan kabupaten.

Ketidakjelasan kewenangan itu membuat penanganan terkesan berlarut-larut.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga memilih bergerak agar aktivitas tetap berjalan. Namun, mereka menilai perbaikan sementara bukan solusi jangka panjang.

Jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada akses darat tersebut.***