BEKASI.POJOKSATU.ID - Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, tengah dihadapkan pada beragam persoalan infrastruktur yang saling berkaitan.
Mulai dari jalan rusak parah, ancaman banjir akibat sungai yang meluap, hingga persoalan sampah yang belum tertangani optimal, semuanya menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Kondisi paling nyata terlihat di Jalan Kong Isah, Desa Sriamur.
Baca Juga: Baliho Liar hingga Pedagang Bantaran Kali, Estetika Kota Bekasi Terancam
Jalan penghubung penting antarwilayah ini rusak berat dengan aspal terkelupas dan lubang-lubang besar di hampir seluruh badan jalan.
Saat hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara.
Air kecokelatan menutupi lubang, membuat pengendara sulit membedakan kedalaman jalan.
Baca Juga: Pajak Air Tanah Bekasi Bisa Dioptimalkan, Ini Langkah Konkret yang Diusulkan
“Kita nggak tahu mana lubang yang dalam, mana yang dangkal. Ini akses utama buat kami ke pasar dan sekolah, tapi rasanya kayak lewat medan offroad setiap hari,” ujar Nurimah (37), Senin 9 Februari 2026.
Selain mengganggu mobilitas warga, Jalan Kong Isah memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif dan akses evakuasi saat banjir melanda Tambun Utara.
Letaknya yang berada di atas tanggul menjadikan jalan ini kerap digunakan warga untuk keluar dari wilayah terdampak genangan, terutama ketika Sungai Kali Bekasi dan Kali Cikarang Bekasi Laut meluap.
Baca Juga: Pemilihan BPD Desa Tamanrahayu Berpotensi Gunakan Sistem Voting per KK
Camat Tambun Utara, Najmuddin, mengakui kondisi tersebut dan menyebut perbaikan Jalan Kong Isah telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan.
Ia memastikan perbaikan jalan akan dikerjakan tahun ini.
“Sudah kita masukin (Musrenbang). Itu tinggal dikit lagi, paling ada 200 meter yang belum,” kata Najmuddin.
Ia menjelaskan, Jalan Kong Isah merupakan jalan tanggul dengan panjang sekitar tiga kilometer.
Sebagian ruas telah dicor, namun masih tersisa beberapa ratus meter yang belum tersambung hingga ke arah Kecamatan Sukawangi.
Baca Juga: Jampidmil Limpahkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Satelit Kemhan ke Tim Penuntut
Padahal, ruas tersebut menjadi penghubung ke sejumlah kawasan permukiman.
Persoalan lain yang tak kalah mendesak adalah banjir. Najmuddin menyebut normalisasi sungai menjadi prioritas utama Musrenbang Tambun Utara, terutama di Kali Bekasi dan Kali CBL.
“Yang utama itu normalisasi dan pembangunan TPT di Kali Bekasi dan Kali CBL. Sungai harus rutin dipelihara supaya banjir tidak terus terulang,” ujarnya.
Baca Juga: Ribuan Siswa Terbantu, Program Sekolah Swasta Gratis Bekasi Mulai 2026
Di tengah persoalan jalan dan banjir, masalah sampah juga menjadi perhatian.
Tumpukan sampah masih kerap terlihat di pinggir jalan dan kawasan permukiman.
Najmuddin mendorong agar setiap RW memiliki fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
“Kalau bisa setiap RW dikasih TPS3R, supaya sampah tidak menumpuk dan lebih tertata,” tandasnya.
Beragam persoalan tersebut menunjukkan Tambun Utara membutuhkan penanganan infrastruktur yang terintegrasi, agar keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup warga dapat benar-benar terjaga.***




