BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi akhirnya memberikan penjelasan terkait belum dipanggilnya para pelamar yang telah mengirimkan berkas melalui QR Code dalam ajang Job Fair Pemkab Bekasi bertajuk Bekasi Pasti Kerja Expo di President University Convention Centre, Cikarang Utara.
Tercatat sebanyak 91 ribu data pelamar yang masuk selama kegiatan tersebut berlangsung.
Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meminta masyarakat bersabar karena saat ini berkas lamaran masih dalam tahap penyaringan.
Baca Juga: Job Fair Bekasi Ricuh dan Viral, Pemkab tak Kapok Malah Siap Gelar Lagi dan Bakal Jadi Percontohan
Proses ini, menurutnya, difokuskan untuk memprioritaskan pelamar yang berdomisili di Kabupaten Bekasi, sesuai komitmen panitia dalam mengutamakan tenaga kerja lokal.
“Pelamar dari luar daerah akan disortir dan didahulukan yang ber-KTP Bekasi,” ujarnya, Selasa, 10 Juni 2025.
Asep menambahkan, dari 91 ribu pelamar, mayoritas justru berasal dari luar Kabupaten Bekasi. Sementara itu, tersedia 2.517 lowongan dari 64 perusahaan yang tergabung dalam job fair ini. Pengumuman lanjutan kemungkinan akan keluar dalam beberapa bulan ke depan.
Ia juga menyoroti bahwa Bekasi sebagai kawasan industri besar dengan 3,2 juta penduduk dan lebih dari 7.000 perusahaan, seharusnya bisa menyerap 2,2 juta tenaga kerja.
Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan Sistem Digital Rekrutmen Tenaga Kerja, Antisipasi Kericuhan Job Fair Cikarang
Namun saat ini, angka pekerja masih berada di kisaran 1,5 juta, sehingga tingkat pengangguran menyentuh 8,81 persen.
Asep mengaku telah melakukan roadshow ke berbagai perusahaan untuk memastikan komitmen menyerap tenaga kerja lokal.
Sementara itu, pencari kerja asal Karangbahagia, Eko Yulianto (24), mengeluhkan belum adanya panggilan kerja meski telah melamar melalui QR Code. I
a bahkan mengalami kesulitan teknis saat mengunggah berkas, dan sempat menjadi korban dugaan calo tenaga kerja.
“Saya sempat coba lewat calo, katanya harus bayar Rp5 juta. Tapi tidak ada panggilan juga,” ujarnya.***




