BEKASI.POJOKSATU.id – Pembangunan Bendung BSH-0 di Kali CBL–Srengseng Hilir mendapat sambutan positif dari petani wilayah utara Kabupaten Bekasi, termasuk dari perwakilan kelompok tani di Kampung Balong Ampel, Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang.
Risam (53 tahun), perwakilan petani setempat, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya proyek yang telah lama diperjuangkan.
“Dari beberapa tahun lalu kita harapkan, alhamdulillah sekarang ada hasilnya dalam proses pembangunan. Sebelumnya, perwakilan gerakan petani utara sempat beraudiensi dengan Kementerian PUPR waktu itu. Selama ini, empat tahun selalu gagal panen karena kekeringan tidak adanya penahan air sungai,” ujar Risam.
Baca Juga: Bendung BSH-0 Ditarget Rampung Akhir 2025, Jadi Harapan Petani Utara Bekasi Atasi Kekeringan
Risam menjelaskan, selama musim kemarau, para petani harus bergotong royong membuat bendungan darurat menggunakan beronjong pasir dan cerucuk bambu agar air dari Kali Cikarang bisa dialirkan ke saluran sekunder Kali Srengseng Hilir.
Ia meyakini bahwa dengan keberadaan bendung BSH-0, persoalan pasokan air untuk lahan pertanian dapat teratasi secara permanen.
“Sebetulnya sudah hampir puluhan tahun kekeringan. Tapi upaya masyarakat selalu bendung—asal musim nyawah, dibendung kali-nya. Nanti pas panen, dibedah lagi. Begitu terus. Kita sebagai masyarakat tani berterima kasih atas pembangunan bendung BSH-0 ini,” tuturnya.
Bendung BSH-0 akan menjadi urat nadi irigasi lahan pertanian yang dilintasi Kali Srengseng Hilir, mencakup tujuh kecamatan hingga bermuara di wilayah Muaragembong. Para petani berharap, proyek ini menjadi titik balik kebangkitan sektor pertanian di Bekasi utara yang selama ini terhambat persoalan air.***




