BEKASI.POJOKSATU.id - Proses relokasi tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, yang terdampak pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan kini memasuki fase mendesak. Lambatnya penetapan administrasi lahan pengganti oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi mengakibatkan proses relokasi tertunda dan mengganggu kenyamanan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

​Tiga sekolah yang terdampak langsung meliputi SDN 03 Burangkeng, SDN 04 Burangkeng, dan SDN 03 Ciledug. Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Sarif Marhaendi, mengungkapkan bahwa para siswa terpaksa belajar di tengah ancaman debu, kebisingan alat berat, hingga pilar raksasa konstruksi tol yang berdiri tepat di samping bangunan sekolah.

​"Pemerintah Kabupaten Bekasi agar segera dapat menentukan relokasi tanah pengganti untuk SDN 03 Burangkeng, SDN 04 Burangkeng, dan SDN 03 Ciledug. Pihak tol sudah siap membayar, hanya tinggal tunjuk dan tentukan saja tanah penggantinya," ujar Sarif, Sabtu, 24 Oktober 2026.

​Padahal, pihak Pemerintah Desa telah mengusulkan tiga opsi bidang tanah untuk tiap sekolah melalui hasil musyawarah desa. Seluruh biaya pembebasan lahan dan pembangunan ulang fasilitas sekolah sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengembang tol dan Pemerintah Pusat tanpa membebani APBD daerah.

​Sarif berharap Bupati Bekasi yang baru dilantik, dr. Asep Surya Atmaja, segera mengambil tindakan tegas dan cepat sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memprioritaskan keselamatan serta kelayakan sarana pendidikan anak.