BEKASI.POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja segera membenahi sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bekasi.
Pesan itu disampaikan Dedi setelah melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif di Bale Gede, Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/10/2026).
Dedi menyoroti masih banyaknya sekolah yang mengalami kerusakan serta pelayanan puskesmas yang dinilai belum optimal.
"Yang kedua, Bekasi itu kelemahannya adalah pendidikannya, sekolahnya banyak yang rusak. Layanan puskesmasnya kurang optimal," kata Dedi, Sabtu 24 Oktober 2026.
Menurut Dedi, pembenahan kedua sektor tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia meminta anggaran pelayanan kesehatan, khususnya untuk puskesmas, dipenuhi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Selain itu, rumah sakit juga perlu ditata. Perbaikan sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), harus segera dilakukan.
"Yang menjadi kewajiban pemerintah kabupaten, SD dan SMP, serta TK, itu harus," ujarnya.
Dedi menilai Kabupaten Bekasi memiliki kemampuan anggaran yang cukup untuk melakukan pembenahan. Namun, ia menyoroti masih besarnya sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) yang mencapai Rp1 triliun hingga Rp2 triliun setiap tahun.
"Jadi satu tahun itu rata-rata SILPA-nya itu Rp1 sampai Rp2 triliun," kata Dedi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi karena masih banyak kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik yang harus dipenuhi, sementara sebagian anggaran daerah belum terserap secara maksimal.
"Ini yang saya tekankan, enggak boleh lagi ada SILPA," tegasnya.
Dedi mengatakan anggaran dalam APBD perubahan Kabupaten Bekasi telah mengalami peningkatan. Ia menyebut alokasi anggaran infrastruktur kini telah mencapai lebih dari 7 persen.
Karena itu, ia meminta Asep segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan dan memastikan anggaran daerah digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Minta Tata Lingkungan dan Tata Ruang
Selain pendidikan dan kesehatan, Dedi juga meminta Asep membenahi persoalan lingkungan serta tata ruang di Kabupaten Bekasi.
Ia menyoroti kondisi sungai yang keruh, rumput yang tinggi, sampah yang bertebaran, hingga penataan wilayah yang dinilai belum teratur.
"Terus segera ditata, karena selama ini Bekasi itu sungai-sungainya pada keruh, rumputnya pada tinggi, terus kemudian sampahnya bertebaran di mana-mana. Tata ruangnya tidak beraturan," ujar Dedi.
Ia menegaskan penataan wilayah harus dilakukan secara merata, baik di kawasan yang dikelola pemerintah maupun swasta.
"Yang dikelola swasta harus tertib, rapi, tertata dan yang dikelola oleh pemerintah tidak boleh lagi ada yang berantakan," tegasnya.
Dedi juga mengingatkan Asep agar menjalankan pemerintahan sesuai aturan dan tidak terpengaruh tekanan dalam pembagian proyek pemerintah.
Ia berharap kepemimpinan Asep dapat mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan serta memastikan pembangunan di Kabupaten Bekasi berjalan efektif dan tepat sasaran.




