BEKASI.POJOKSATU.id – Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi dinilai berjalan lambat, hanya berada di kisaran 2 persen per tahun. Angka ini tertinggal dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Barat yang mampu mencatatkan pertumbuhan PAD di atas 5 persen per tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Haryanto, Ketua Panitia Khusus (Pansus) 7 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bekasi. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh diabaikan jika Kabupaten Bekasi ingin mencapai kemajuan yang lebih signifikan.

“RPJMD adalah lebih dari sekadar dokumen, ini adalah janji politik dan blueprint pembangunan untuk 5 (lima) tahun ke depan,” ujarnya usai mengikuti rapat di Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis, 14 Agustus 2025.

Baca Juga: Upaya Pengurangan Perilaku BAB Sembarangan di Kabupaten Bekasi, 1.652 SPALD-S Bakal Dibangun

Haryanto menjelaskan, untuk meningkatkan PAD, diperlukan pengelolaan pajak dan retribusi daerah secara profesional dan transparan, terutama dari sektor industri, perdagangan, dan jasa.

“RPJMD tidak bisa merencanakan kegagalan. Kalau target PAD hanya naik 2 persen, itu sama saja kita bermain aman, bukan mendorong kemajuan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata legislator dari Fraksi Demokrat tersebut.

Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Langkah konkret yang dapat diambil antara lain pemutakhiran data potensi pajak, digitalisasi pemungutan pajak, pengawasan lapangan yang efektif, serta pencarian sumber pendapatan baru yang sah dan berkelanjutan.

“Kita harus mengubah pola lama, optimalisasi aset daerah, kerja sama strategis dengan pihak swasta, dan pembentukan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang sehat bisa menjadi lompatan besar bagi sumber PAD,” tegasnya.

Baca Juga: 50 Anggota Paskibraka Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan

Haryanto menambahkan bahwa Pansus RPJMD akan merekomendasikan target kenaikan PAD yang lebih tinggi dan realistis sesuai potensi daerah yang ada.

“Kita perlu menetapkan target pertumbuhan PAD yang lebih tinggi. Kabupaten Bekasi tidak cukup hanya mempertahankan status quo. Kita harus berani mengambil langkah besar untuk kemajuan daerah,” pungkasnya.***