BEKASI.POJOKSATU.id - Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi, bersikukuh untuk melanjutkan proses pengukuran lahan pembangunan Kantor Kelurahan Jatimulya yang berlokasi di sekitar Masjid Raya Jatimulya, Rabu, 7 Mei 2025.

Ia menyebut langkah ini telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan merupakan respons atas permintaan warga yang menginginkan kantor kelurahan baru yang lebih representatif dan mudah diakses.

“Anggarannya sudah diketok palu oleh kabupaten. Ini memang sudah lama ditunggu masyarakat Jatimulya yang ingin kantor kelurahan yang layak. Saat ini kantor yang ada kondisinya sudah tidak memadai, sering bocor,” ujar Sopian, Kamis, 8 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa dirinya hanya menjalankan instruksi dari Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi untuk mendampingi Dinas Cipta Karya melakukan pengukuran. Menurutnya, anggaran pembangunan kantor kelurahan ini diperkirakan mencapai Rp2,9 miliar.

Baca Juga: Warga Jatimulya Tolak Pengukuran Lahan Bakal Kantor Kelurahan

Namun, terkait rekomendasi dari DPRD Kabupaten Bekasi yang mengusulkan lokasi pembangunan di lahan fasos fasum seluas 8.000 meter persegi di RW 16, Sopian mengaku tidak mengetahuinya. Ia menilai lokasi tersebut kurang strategis karena berada di perbatasan dengan Kota Bekasi.

“Saya tahu lahannya, tapi masyarakat dan tokoh di sini tidak setuju karena terlalu jauh dari pusat aktivitas warga Kelurahan Jatimulya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, menyatakan pembangunan kantor sebaiknya dilakukan di lahan RW 16 yang telah direkomendasikan DPRD. Hal ini menurutnya penting untuk mencegah munculnya konflik berkepanjangan.

“Kami sudah survei lokasi, dan agar tidak menimbulkan polemik, sebaiknya kantor dibangun di atas tanah fasos fasum RW 16 yang luasnya mencapai 8.000 meter persegi,” ujar Ridwan.***