POJOKBEKASI.COM - Bencana kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Bekasi terjadi setiap tahun. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena krisis air bersih. 

Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa harus mengambil air di lokasi yang lebih jauh, atau menunggu mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi. 

Menanggapi itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Hasan Basri mengatakan diperlukan adanya solusi jangka panjang. Seperti membuat penampungan air untuk persawahan dan membangun jaringan pipa PDAM. 

"Kayak semacam danau untuk menampung air untuk persawahan, dan pipanisasi ya untuk kebutuhan air bersih, karena di wilayah selatan yang kekeringan itu belum masuk jaringan pipa PDAM," kata Hasan, Selasa (21/7/2026).

Hasan mengakui untuk membangun jaringan pipa PDAM di wilayah yang menjadi langganan kekeringan membutuhkan biaya besar. Namun menurutnya, upaya itu bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih. 

"Iya anggarannya pasti besar kalau bangun jaringan pipa PDAM, tapi kan kebutuhan air bersih bisa diakses, dari pada kekeringan setiap tahun warga selalu menunggu bantuan tangki air bersih, itu juga kan pakai anggaran, kalau misalkan satu tangki biaya operasionalnya Rp500 ribu, berapa tangki yang kita butuhkan?," ucapnya. 

Akses kebutuhan air bersih, lanjut hasan, sangat dibutuhkan. Terlebih di saat musim kemarau. Oleh sebab itu dia meminta pemerintah daerah untuk memikirkan solusi jangka panjang mengatasi bencana kekeringan.

"Kalau dulu warga sampai bikin kolam dari terpal untuk menampung air, setelah itu warga ngambilnya pakai jeriken, tapi ya jangan seperti itu juga tiap tahun solusinya cuma bantuan air bersih dari BPBD aja, perlu solusi jangka panjang juga," ungkapnya. 

"Di wilayah selatan yang kekeringan sekarang sudah banyak perumahan, jadi kayaknya udah banyak juga warga yang ingin mendapat akses kebutuhan air bersih seperti dari PDAM," tambah Hasan. (adv)