BEKASI.POJOKSATU.ID – Ketua RT 13 RW 6 Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Johari, menegaskan warga setempat mendesak kontraktor untuk membangun kembali akses jalan yang terputus akibat proyek Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan Seksi 2A.

Menurut Johari, pembangunan tol tersebut telah menutup jalur utama yang biasa digunakan warga beraktivitas sehari-hari. Hingga kini, belum ada jalan pengganti yang dibangun untuk masyarakat.

“Kemarin penjelasan dari pihak tol, katanya memang tidak ada rencana pembangunan jalan penyeberangan. Katanya harus menyurat lagi dari lurah ke bupati, lalu diteruskan ke PU Pusat,” jelas Johari, Kamis, 2 Oktober 2025.

Johari menyebutkan, di wilayah RW 6 terdapat dua titik jalan yang terputus, masing-masing satu di RT 13 dan satu di RT 14.

Baca Juga: Jalan Terputus Tol Japek 2 dan Tidak Ada Ganti, Warga Kertarahayu Protes Keras

Akses ini sangat penting karena digunakan warga, termasuk anak-anak sekolah di SMPN 3 Setu.

“Harapannya jelas, jalan harus dibangunkan kembali. Anak sekolah setiap hari lewat sini, kalau hujan mereka harus memutar jauh sekitar 500 meter lebih. Pokoknya jangan sampai akses yang awalnya ada malah dihilangkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga sejak awal beranggapan bahwa jalan yang hilang akan otomatis diganti dengan akses baru. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata dari pihak terkait.

“Awalnya kan ada jalan, ada saluran. Salurannya dibikin. Makanya warga berpikir otomatis bakal ada lagi. Tapi sampai sekarang tidak ada,” tambah Johari.

Masyarakat berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar akses warga tidak lagi terputus akibat proyek infrastruktur tersebut.

Perlu diketahui, warga yang didominasi kaum ibu sudah menggelar aksi demonstrasi sebanyak 2 kali dalam sepekan terakhir. Pertama tanggal 25 September dan kedua pada 1 Oktober 2025.***