BEKASI.POJOKSATU.id - Kasus stunting di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menurun drastis dalam waktu 3 tahun.
Kini, tercatat hanya 3 kasus stunting dari 62 kasus yang terjadi pada tahun 2022.
Lurah Desa Burangkeng Nemin bin Sain bersama anggota Satuan Tugas (Satgas) Stunting Burangkeng berkeliling desa melihat kondisi balita.
Baca Juga: Cerita Lurah Burangkeng Ajukan Pergantian Nama GT Setu Selatan yang Timbulkan Singkatan 'Setan'
Selain itu, Nemin mengantarkan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil kurang mampu, warga yang terindikasi dengan anak stunting dan gizi buruk.
PMT yang diberikan meliputi susu formula, telur, vitamin, beras, sampai dengan biskuit bergizi.
"Saya ingin melihat langsung kondisi warga mana-mana saja, nanti tidak hanya mendapatkan bantuan ibu hamil, stunting tapi mengarah ke bantuan lainnya, apabila tidak punya septic tank atau kamar mandi akan kita berikan bantuan, begitu juga rumahnya," ucap Nemin di sela-sela kegiatannya.
Nemin tak hanya Dana Desa dalam mengentaskan kasus stunting, tetapi juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) lewat pendapatan asli desa (PADes). PMT akan diberikan tiap bulan sampai warga dengan kriteria tertentu.
Baca Juga: Pemdes Burangkeng Gencar Ajak Warga Bayar PBB
"Semenjak satgas ini dibentuk, dari Januari bantuan sudah ready. Walaupun APBN turun dibulan Mei, tapi dari bulan Januari kita sudah beri bantuan karena kita punya PADes," kata dia.
Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, dia akan mengevaluasi beberapa dengan berkoordinasi dengan bidan desa.***




