BEKASI.POJOKSATU.ID - Malam perdana relokasi pasar tumpah PKL dari Jalan Kapten Sumantri dan Jalan R.E. Martadinata ke depan Pasar Cikarang berjalan kondusif.

Namun, aktivitas perdagangan di lokasi baru belum sepenuhnya optimal.

Pada Sabtu dini hari 14 Februari 2026, sebagian besar pedagang memang sudah mulai bergeser dan menempati lapak sesuai plotting yang disiapkan pemerintah daerah.

Baca Juga: Usai Banjir, Asep Surya Atmaja Gerak Cepat Realokasi Anggaran Demi Selamatkan Jalanan Rusak

Meski demikian, aktivitas jual beli belum berjalan 100 persen karena masih dalam tahap penyesuaian.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, mengatakan proses relokasi dilakukan sesuai keputusan Bupati Bekasi dan dikawal langsung hingga dini hari untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib.

“Pada tanggal 13 Februari ini, PKL yang berada di Jalan Kapten Sumantri dan Jalan R.E. Martadinata sesuai keputusan Bupati Bekasi ditetapkan untuk relokasi ke depan Pasar Cikarang Ramayana. Sekarang sudah jam 3 dini hari, kita melaksanakan pengamanan relokasi,” kata Ganda.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Larang Klub Malam dan Karaoke Beroperasi Saat Ramadhan

Ia mengakui bahwa aktivitas di lokasi baru memang belum sepenuhnya berjalan seperti biasanya.

Selain pedagang yang masih beradaptasi dengan lapak baru, konsumen juga disebut masih melihat situasi sebelum benar-benar berbelanja secara rutin.

“Aktivitas memang belum 100 persen, jadi ada beberapa lapak. Konsumen juga mereka lihat dulu situasi dan kondisi. Tapi sebagian besar sudah geser ke sana meskipun belum semuanya,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan 2026, MUI Bekasi Minta Tempat Hiburan Malam Tutup

Satpol PP bersama unsur TNI dan Polri tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat.

Pembeli diarahkan untuk berbelanja di lokasi relokasi yang telah disiapkan agar roda ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan.

“Kita memberi informasi, memberi arahan kepada para PKL agar mereka mematuhi sesuai yang diinstruksikan Pak Plt Bupati untuk pindah ke lokasi relokasi. Kemudian juga kita memberikan informasi kepada para pembeli atau konsumen, silakan mereka berbelanja ke tempat yang telah disediakan di depan pasar,” jelasnya.

Proses transisi ini dinilai membutuhkan waktu. Pedagang perlu menata ulang lapak, sementara konsumen perlu membiasakan diri dengan lokasi baru.

Meski belum sepenuhnya ramai, situasi tetap terpantau kondusif tanpa adanya penolakan berarti.

Baca Juga: JTT Perkuat Kesiapan Operasional Tol Trans Jawa Hadapi Lonjakan Libur Panjang Imlek

Relokasi ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan agar fungsi jalan kembali normal dan arus lalu lintas lebih lancar.

Pada malam pertama pascarelokasi, arus kendaraan di sekitar Lampu Merah SGC terpantau lebih lengang dibanding biasanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan pengawasan dan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Harapannya, dalam beberapa hari ke depan, aktivitas perdagangan di lokasi baru dapat berjalan stabil dan memberi kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.***