BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kecamatan Tambun Utara menegaskan bahwa kegiatan normalisasi dan pembersihan saluran irigasi tidak boleh bersifat sesaat.

Normalisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar fungsi saluran air tetap optimal dan mampu mencegah banjir maupun genangan, khususnya saat musim hujan.

Penegasan tersebut disampaikan Camat Tambun Utara, Najmuddin, saat melakukan monitoring langsung kegiatan normalisasi dan pembersihan sampah di sepanjang saluran irigasi wilayah Desa Satria Mekar, Senin 12 Januari 2026.

Baca Juga: Bantaran Sungai Jadi Titik Rawan, BPBD Bekasi Minta Warga Siaga Hadapi Banjir

Dalam kegiatan tersebut, Camat memastikan proses pembersihan berjalan sesuai perencanaan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pembersihan saluran dilakukan dengan mengangkat endapan lumpur, sedimentasi, serta tumpukan sampah yang selama ini menghambat aliran air.

Najmuddin menilai, tanpa perawatan rutin, saluran irigasi yang telah dinormalisasi berpotensi kembali tersumbat dan memunculkan persoalan lingkungan yang sama.

Baca Juga: Pelayanan Digenjot, Kabupaten Bekasi Bidik Investasi Rp73,2 Triliun di 2026

"Normalisasi ini tidak bisa hanya dilakukan sekali lalu selesai. Saluran irigasi harus dirawat secara berkelanjutan karena fungsinya sangat vital bagi masyarakat," kata Najmuddin.

Ia menjelaskan, saluran irigasi yang tidak terawat dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari genangan air di kawasan permukiman hingga terganggunya aktivitas pertanian warga.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan mendorong agar kegiatan pembersihan dilakukan secara berkala dan merata di seluruh desa.

Baca Juga: PPPK Jadi Solusi atau Masalah? Sekolah di Bekasi Kekurangan Guru

"Kalau aliran air tidak lancar, dampaknya bisa langsung dirasakan warga. Maka dari itu, normalisasi harus menjadi agenda rutin, bukan kegiatan musiman," ujarnya.

Najmuddin juga menekankan bahwa keberlanjutan program normalisasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Ia mengajak warga untuk menjaga kebersihan saluran irigasi setelah dilakukan pembersihan.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air sangat menentukan keberhasilan program ini," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, perangkat Desa Satria Mekar, tokoh masyarakat, serta warga setempat turut terlibat secara langsung dalam gotong royong membersihkan saluran irigasi.

Baca Juga: PPPK Jadi Solusi atau Masalah? Sekolah di Bekasi Kekurangan Guru

Najmuddin mengapresiasi partisipasi warga yang dinilai menjadi modal sosial penting dalam menjaga lingkungan.

"Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi budaya, bukan hanya saat ada kegiatan resmi," katanya.

Ia berharap, dengan normalisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, risiko banjir dapat ditekan, lingkungan tetap terjaga, dan kualitas hidup masyarakat Tambun Utara semakin meningkat.

"Kalau dilakukan konsisten, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," tutup Najmuddin.***