BEKASI.POJOKSATU.ID - Sebanyak 30 titik putar balik atau U-turn di jalur Pantura wilayah Kabupaten Bekasi resmi ditutup sementara guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, mengatakan penutupan dilakukan untuk mengurangi hambatan lalu lintas yang kerap terjadi akibat manuver kendaraan di titik putar balik.

Selain memicu kemacetan, U-turn juga dinilai menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan di jalur utama tersebut.

Baca Juga: Arus Mudik Mulai Menggeliat, 1.836 Penumpang Naik 194 Bus AKAP dari Terminal Induk Bekasi

“Untuk U-Turn di jalur Pantura itu cukup banyak, ada 30 lokasi. Kita sudah dilaksanakan penutupan, karena yang pertama itu menghambat. Kedua, penyebab kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan U-turn di jalur padat seperti Pantura sering menimbulkan hambatan samping, terutama saat kendaraan besar atau truk melakukan manuver berputar arah.

Kondisi tersebut dapat memperlambat laju kendaraan lain dan meningkatkan potensi tabrakan.

Penutupan 30 titik U-turn ini akan berlaku selama Operasi Ketupat Jaya 2026, yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Maret 2026 dan kemungkinan diperpanjang sampai 29 Maret 2026, menyesuaikan situasi arus mudik dan arus balik.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Turunkan Tim HSSE Tangani Kecelakaan Armada LPG di Jalur Balongan

Selain menutup U-turn resmi, pihak kepolisian juga melakukan pendataan terhadap sejumlah U-turn liar yang kerap digunakan pengendara.

Penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan melalui pemasangan beton barrier di sejumlah titik.

Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan yang diprediksi meningkat signifikan menjelang dan selama masa mudik.

Beberapa kawasan yang menjadi perhatian petugas antara lain Pasar Induk Cibitung, Sentra Grosir Cikarang, Kalimalang sekitar Taman Legenda, hingga area Indo Portland yang kerap mengalami kepadatan.

Meski demikian, tidak seluruh U-turn ditutup secara permanen. Sugihartono menyebut ada beberapa titik yang tetap dibuka secara situasional dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilisasi kendaraan dan manuver tertentu.

“Ada beberapa yang tidak ditutup karena pertimbangan mobilisasi kendaraan untuk manuver, jadi sifatnya situasional. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan yang memiliki beton barrier,” ungkapnya.

Dengan rekayasa lalu lintas ini, Satlantas Polres Metro Bekasi berharap arus kendaraan menuju jalur Pantura dapat berjalan lebih lancar dan risiko kecelakaan dapat ditekan selama periode mudik Lebaran 2026.***