BEKASI.POJOKSATU.id – Tim dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan strategi pemasaran digital travel umroh bagi ibu-ibu Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muktiwari, Kabupaten Bekasi, pada Juni 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif dan nilai-nilai keislaman.

Pelatihan bertajuk 'Pelatihan Strategi Pemasaran Digital Travel Umroh Berbasis Literasi Bahasa Arab dan Konten Religius bagi Ibu-Ibu PKH Desa Muktiwari Kabupaten Bekasi' tersebut dipimpin Hendrawanto, M.Pd., M.A., bersama anggota tim Siti Masyitoh, S.Hum., M.A., Rifda Haniefa, M.Pd., dan Mia Mutmainah, M.Hum.

Ketua tim pengabdian, Hendrawanto, mengatakan sektor perjalanan umroh memiliki prospek ekonomi yang terus berkembang.

Kondisi itu, menurut dia, perlu dimanfaatkan masyarakat dengan meningkatkan kemampuan pemasaran berbasis teknologi digital.

"Sektor perjalanan umroh memiliki potensi ekonomi yang besar dan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap ibadah ke Tanah Suci," kata Hendrawanto, Kamis 16 Juli 2026.

Ia menilai, perkembangan teknologi telah mengubah pola promosi jasa perjalanan. Karena itu, masyarakat perlu memahami strategi pemasaran digital agar mampu bersaing dan menjangkau calon konsumen lebih luas.

"Kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan menyusun konten yang kredibel menjadi keterampilan penting yang dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Hendrawanto, promosi travel umroh tidak cukup hanya menampilkan informasi harga maupun fasilitas perjalanan. Konten yang dipublikasikan juga harus mampu membangun kepercayaan calon jemaah.

"Konten promosi harus informatif, menarik, dan tetap mengedepankan nilai-nilai religius sehingga dapat memberikan edukasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat," tuturnya.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Bekasi Barat, Akses Tol Sempat Terganggu

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar pemasaran digital, pemanfaatan media sosial sebagai media promosi, teknik menyusun konten religius, hingga penggunaan kosakata dan ungkapan bahasa Arab yang lazim digunakan dalam promosi layanan umroh.

Hendrawanto menjelaskan, literasi bahasa Arab menjadi nilai tambah dalam pemasaran jasa perjalanan ibadah karena memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas umroh.

"Pendekatan literasi bahasa Arab memberikan keunikan tersendiri dalam promosi travel umroh karena bahasa tersebut dekat dengan praktik ibadah dan kehidupan keagamaan umat Islam," katanya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik membuat konten promosi digital. Mereka didampingi menyusun materi promosi yang memadukan informasi perjalanan ibadah dengan pesan-pesan spiritual yang edukatif.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, hingga mempresentasikan hasil penyusunan konten yang telah dibuat.

Baca Juga : Kebakaran Lapak Kayu Palet di Kedungwaringin, Delapan Mobil Damkar Dikerahkan

Hendrawanto berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha keluarga, bahkan membuka peluang kerja baru di sektor layanan perjalanan religi," ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat.

"Kami ingin perguruan tinggi hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi yang relevan dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai budaya dan keagamaan yang menjadi karakter masyarakat Indonesia," pungkas Hendrawanto.***