BEKASI.POJOKSATU.id – Warga RW 8 Bekasi Timur Regency 2 menggelar seremoni peletakan batu pertama pembangunan GOR pada Minggu, 4 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Sarif Marhaendi menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong-royong masyarakat BTR Blok O. Ia menekankan bahwa pembangunan GOR ini sepenuhnya hasil dari swadaya masyarakat, tanpa dukungan APBD.

"Mudah-mudahan dengan gerakan masyarakat seperti ini bisa menjadi contoh bahwa pembangunan tidak harus selalu bergantung pada pemerintah," ujar Sarif.

Baca Juga: Pemerintah Desa Burangkeng Rekrut Petugas Kebersihan untuk Jaga Lingkungan Bersih

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan GOR, Setio Budi Handoko, menjelaskan bahwa proyek ini akan berlangsung dalam empat tahap dengan anggaran total Rp315.000.000. Dana tersebut berasal dari kontribusi warga, di mana setiap kepala keluarga dikenakan biaya Rp500.000 satu kali pembayaran, dengan asumsi sebanyak 300 KK berkontribusi.

"Target pembangunan maksimal dua tahun, dan kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat," kata Setio.

Ketua RW 8, Waluyo, menambahkan GOR ini sangat diperlukan warga untuk berbagai acara, termasuk hajatan, yang selama ini mengharuskan penyewaan tenda dengan biaya tinggi. Dengan adanya GOR, warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk sewa tenda.

"GOR ini adalah dari warga untuk warga," tegasnya.

Baca Juga: Kali Ini BTR 2 Jadi Sasaran Kerja Bakti Pemerintah Desa Burangkeng

Seremoni ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Jalal Abdul Nasir dan Lurah Burangkeng Nemin bin Sain, yang diharapkan bisa membawa aspirasi warga agar ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk percepatan pembangunan dan penyempurnaan fasilitas GOR.

Dengan semangat gotong-royong yang tinggi, warga RW 8 optimis bahwa pembangunan GOR ini dapat berjalan lancar dan menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.***