BEKASI.POJOKSATU.id - Promosi menjadi salah satu kendala Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Tanpa promosi yang gencar, produk atau jasa tidak dikenal masyarakat luas.

Lurah Desa Burangkeng Nemin bin Sain akan mengumpulkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menggunakan minyak goreng secara insentif untuk usahanya.

"Seperti penjual gorengan, penjual nasi uduk. Jadi marketingnya bukan hanya pengurus BUMdesa, seluruh RT-RW, perangkat desa harus jadi marketing," kata dia, Sabtu, 28 September 2024.

Baca Juga: Pom Minyak Goreng Pertama di Bekasi Hadir di Burangkeng

Dia meminta sosialisasi secara insentif untuk BUMDesa tersebut agar dapat dikenal masyarakat Desa Burangkeng pada khususnya.

"Sosialisasikan perusahaan ini kepada masyarakat desa, karena mundur-majunya usaha ini ada di tangan masyarakat Desa Burangkeng," kata dia.

Untuk BUMDesa Global Bangun Prestasi ini, Pemerintah Desa belum menetapkan target untuk tahun ini. Target akan diberikan pada tahun depan.

Akan tetapi dalam segi penambahan pom, Pemerintah Desa Burangkeng ingin jumlah pom mencapai 8 titik, sehingga Desa Burangkeng akan memiliki depo tersendiri berukuran 8 ton.

Nantinya, setelah memiliki depo, BUMDesa tersebut dapat memasok minyak goreng ke desa-desa lain.

Baca Juga: Keluarga Sebut Korban Tenggelam di Kali Bekasi Tidak Pernah Tinggalkan Ibadah

Sementara itu Direktur BUMDesa Global Bangun Prestasi Sudiyo mengatakan ada 2 jenis promosi yang akan dijalankan yaitu offline dan juga melalui media sosial.

"Kita akan membuat agenda tersendiri seperti mengumpulkan PKK, kader Posyandu atau UKM. Kita berikan edukasi bahwa minyak goreng ini lebih baik daripada yang ada di pasaran," kata dia.

"Untuk media sosial, kita ada beberapa media sosial seperti Instagram, YouTube, TikTok," demikian kata dia.***