BEKASI.POJOKSATU.id - Pergerakan tanah yang terjadi di kawasan perumahan di Kabupaten Bekasi mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Dinding bangunan retak, sementara tanah di bagian depan dan samping rumah ambles.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di beberapa titik, di antaranya Perumahan Villa Lestari 1 dan Perumahan Mega Regency, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi.
Tak hanya rumah warga, dampak pergerakan tanah juga terlihat pada infrastruktur jalan di sekitar lokasi. Sejumlah ruas jalan tampak retak dan mengalami penurunan permukaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan, salah satu faktor pemicu pergerakan tanah di kawasan perumahan diduga akibat aktivitas pembangunan yang tidak memperhatikan aspek keamanan lereng.
Namun demikian, Dodi menegaskan, penanganan kejadian tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pengembang.
“Kalau yang Serangbaru itu kan di dalam perumahan, lebih ke pengembang. Mungkin waktu ngebangun kurang paket atau apa. Mungkin bisa terpengaruh itu juga,” ucap Dodi, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menyebut, karena kejadian terjadi di lingkungan perumahan, maka pengembang wajib turun tangan untuk melakukan penanganan serta memastikan kondisi lahan aman bagi warga.
Di sisi lain, Dodi juga menanggapi keluhan warga terkait belum masuknya sejumlah titik bencana ke dalam data asesmen BPBD Kabupaten Bekasi.
Baca Juga : Kemacetan Stasiun Bekasi Jadi Sorotan, Ini Langkah Pemkot Bekasi untuk Menguranginya
Ia mengakui adanya keterbatasan personel yang membuat BPBD tidak bisa menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bekasi, terutama ketika bencana terjadi secara masif.
“Terkait keterbatasan personil, kita jadi tidak bisa menjangkau untuk seluruh Kabupaten Bekasi. Seperti banjir sekarang kan masif, ada di 17 kecamatan,” ucap dia.
Menurut Dodi, BPBD bekerja berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat maupun aparat wilayah. Bahkan, beberapa kejadian yang ramai diberitakan di media belum tentu tercatat karena tidak adanya laporan resmi.
“Yang kita tindaklanjuti adalah berdasarkan laporan yang masuk. Bahkan ada beberapa wilayah yang tidak terlaporkan ke kita, sehingga belum sempat kita asesmen,” jelas dia.
“Ada beberapa wilayah yang muncul di media itu, setelah saya cek nggak ada laporan ke kita,” ujar Dodi.
Untuk meminimalisir wilayah terdampak yang belum terdata, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyosialisasikan nomor darurat WhatsApp melalui pihak kecamatan.
Baca Juga : Jenazah Pria Ditemukan di Bekasi Timur, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Dodi meminta kerja sama aparat kecamatan dan masyarakat agar segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.
“Kita mohon kerja samanya juga ke teman-teman di kecamatan. Untuk memantau di wilayah, kalau ada kejadian atau apa, segera lapor ke kita. Biar kita mengetahui dan kita tindaklanjuti,” tegas dia.
Meski mengakui potensi keterlambatan akibat banyaknya titik bencana yang terjadi dalam waktu bersamaan, Dodi memastikan setiap laporan yang masuk akan tetap diproses.
“Kalau lapor pasti kita tindaklanjuti, walaupun terlambat pasti datang. Kita bekerja berdasarkan dengan kondisi di lapangan,” tutup dia.***




