BEKASI.POJOKSATU.id — Kepolisian Resor Metro Bekasi memetakan sembilan tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi masuk kategori sangat rawan.

Sembilan TPS tersebut berada di dua wilayah, yakni tiga TPS di Kecamatan Tambun Selatan dan enam TPS di Kecamatan Cikarang Utara.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil analisis dan informasi intelijen menjelang pelaksanaan pemungutan suara.

Selain pemetaan intelijen, tingkat kerawanan juga mempertimbangkan pengalaman pelaksanaan pemilihan sebelumnya, potensi gesekan serta kedekatan lokasi TPS dengan pasangan calon tertentu.

"Penentuan kategori mempertimbangkan hasil pemetaan ditambah pengalaman pemilihan sebelumnya, potensi gesekan hingga kedekatan lokasi TPS dengan pasangan calon tertentu," kata Andi, Sabtu (19/9/2026).

Meski masuk kategori sangat rawan, Andi mengatakan tingkat kerawanan di lapangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.

Baca Juga : Plt Bupati Bekasi Ingatkan Calon Kades Siap Menang dan Kalah

Karena itu, kepolisian menyiapkan pola pengamanan berbeda berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing TPS.

Untuk lokasi yang masuk kategori rawan, polisi menempatkan 10 personel kepolisian serta delapan anggota Linmas di setiap TPS.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemetaan secara keseluruhan, terdapat 3.107 TPS yang masuk kategori aman dan 112 TPS kategori rawan.

Pengamanan terhadap seluruh TPS tersebut melibatkan 12.261 personel gabungan yang terdiri atas kepolisian, TNI, Satpol PP, Linmas hingga Babinsa.

Baca Juga : Kamaludin Ajak Warga Tamanrahayu Tak Terpancing Perbedaan Pilihan

Andi mengatakan personel pengamanan telah mulai digeser menuju lokasi masing-masing sejak Sabtu (19/9), sehari sebelum pemungutan suara.

"Seluruh personel mulai digeser ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) sejak hari ini. Mereka ditargetkan sudah menempati titik pengamanan masing-masing sebelum proses pencoblosan dimulai," ujarnya.

Selain menjaga keamanan di TPS, personel juga diminta melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat serta mengantisipasi proses pergeseran dan distribusi kotak suara menuju TPS.

Kapolres menyebut kondisi Kabupaten Bekasi hingga H-1 pemungutan suara masih relatif kondusif.

Baca Juga : Jelang Hari H Pilkades Cijengkol, A Saepuloh Klaim Tim Sudah Petakan Dukungan 70 Persen

Namun, polisi tetap mengantisipasi dinamika yang muncul, termasuk ketidakpuasan bakal calon atau pihak tertentu yang tidak lolos dalam tahapan seleksi.

Potensi kerawanan juga menjadi perhatian setelah proses pencoblosan, terutama saat penghitungan suara dan ketika terdapat calon maupun simpatisan yang tidak menerima hasil pemilihan.

"Yang pasti harus diperhatikan terkait hasil penghitungan, kemudian tidak terima kekalahan. Kemarin kita sudah deklarasi bersama, harapan saya ini dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon berikut para simpatisan," kata Andi.

Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi akan berlangsung pada Minggu (20/9) di 154 desa.

Kepolisian memastikan pengamanan tetap dilakukan secara berlapis, khususnya pada TPS yang telah dipetakan memiliki tingkat kerawanan tinggi.***