BEKASI.POJOKSATU.id - Polisi mengungkap ciri-ciri jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di Jalan Toyogiri, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Hingga kini, proses identifikasi korban masih berlangsung.

Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti mengatakan, korban dipastikan berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Namun, kondisi tubuh yang terbakar hampir seluruhnya menyulitkan proses pengenalan secara visual.

"Korban berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tubuh terbakar 100 persen. Mulai dari kepala, wajah hingga seluruh badan mengalami luka bakar," ujar Wuryanti, Jumat, 28 Agustus 2026.

Baca Juga: Polisi Tunggu Hasil Otopsi Pria Hangus Terbakar di Tambun Selatan, Identitas Korban Masih Misterius

Selain tinggi badan, polisi memperkirakan korban memiliki berat badan sekitar 60 hingga 65 kilogram. Meski demikian, identitas korban belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan pakaian maupun sisa material tekstil yang masih melekat pada tubuhnya.

"Kami juga tidak menemukan pakaian atau sisa tekstil yang dapat membantu proses identifikasi," katanya.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Tambun Selatan. Laporan juga dapat disampaikan melalui akun Instagram resmi Polsek Tambun Presisi maupun akun Instagram Kapolsek Tambun Selatan.

Keluarga yang melapor diminta membawa dokumen pendukung, seperti foto korban dan Kartu Keluarga (KK), untuk mempermudah proses identifikasi.

Saat ini, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan forensik. Proses identifikasi awal diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Apabila identitas korban belum berhasil diketahui, pemeriksaan akan dilanjutkan melalui uji DNA.

Baca Juga: Perusahaan Nunggak Iuran, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Siapkan Langkah Hukum

Sementara itu, penyidik masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga belum dapat menyimpulkan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan tindak pidana.

"Belum bisa disebut sebagai kasus pembunuhan. Kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," tutup Wuryanti.***