BEKASI.POJOKSATU.ID - Upaya optimalisasi lahan tidur menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengklaim telah mengidentifikasi sekitar 1,3 juta hektare lahan potensial di berbagai wilayah Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya jagung, sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal IV tahun 2025 di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Tak Lagi Bisa Diganti Sembarangan, Perangkat Desa Bakal Punya NIPD

Kegiatan ini menjadi simbol keseriusan Polri dalam mengubah lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan strategis.

“Selama kurang lebih satu tahun, kami melakukan pemetaan dan pencarian lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan. Saat ini totalnya mencapai 1,3 juta hektare, dan sekitar 586 ribu hektare sudah ditanami jagung,” ujar Sigit, dikutip dari Humas Polri, 8 Januari 2026.

Menurutnya, optimalisasi lahan tidur tidak hanya dilakukan melalui pendataan, tetapi juga dengan pendampingan langsung di lapangan.

Baca Juga: Tak Cuma Industri, Ini 7 Tempat Wisata Terbaik di Bekasi yang Jadi Favorit Warga

Polri terlibat aktif dalam memastikan kesiapan lahan, proses tanam, hingga panen, agar hasil yang diperoleh benar-benar maksimal dan berkelanjutan.

“Masih ada sekitar 700 ribu hektare yang akan kami tanami. Mudah-mudahan di tahun 2026 seluruh lahan potensial tersebut bisa tertanam, sehingga benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” kata Sigit.

Dari lahan yang telah ditanami, Polri mencatat hasil panen jagung hingga kuartal IV 2025 mencapai sekitar 3,5 juta ton.

Baca Juga: PP dan Permendagri Segera Terbit, Aturan Desa di Bekasi Diminta Diselaraskan

Produksi tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak serta memperkuat cadangan pangan nasional melalui Bulog.

Sigit menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada swasembada pangan.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa hanya dibebankan pada satu sektor, melainkan memerlukan sinergi lintas lembaga.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi atensi dan perhatian Bapak Presiden terkait swasembada pangan, khususnya jagung, kami bisa ikut berkoordinasi dan mendukung semaksimal mungkin,” tegasnya.

Di Kabupaten Bekasi sendiri, panen dilakukan di atas lahan seluas 25 hektare, yang langsung kembali ditanami setelah panen.

Baca Juga: Tinggalkan Open Dumping, Bekasi Beralih ke Sanitary Landfill Usai Disanksi KLH

Pola ini dinilai efektif untuk menjaga produktivitas lahan dan mempercepat siklus produksi.

Dengan optimalisasi lahan tidur secara masif, Polri berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri.

Tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.***