BEKASI.POJOKSATU.id - Masa libur sekolah membuat tawuran semakin marak. Pelajar yang gemar tawuran tampaknya menekuni hobi tersebut.
Kasus tawuran teranyar yang terjadi berada di Kampung Gabus Turi, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara. Satu peserta tawuran terluka akibat sabetan senjata tajam.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Mustofa, mengintruksikan kepada jajaran polsek-polsek untuk lebih meningkatkan patroli pada malam hari, yang kerap dijadikan para remaja untuk tawuran.
“Saya pun selalu door to door kepada warga di Kabupaten Bekasi,” ujar Mustofa, kepada awak media, Jumat, 4 Juli 2025.
Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Tawuran di Gabus
Selain itu juga, pihaknya meminta kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk mengimbau orangtua agar memantau anak-anak mereka untuk tidak keluar malam.
Menurut Mustofa, peran orangtua sangat penting sebagai garda terdepan dalam mencegah aksi tawuran.
"Beberapa kasus tawuran yang berhasil diungkap mereka tidak saling mengenal satu dengan yang lain," jelas Mustofa.
Baca Juga: Wacana Pemekaran Kabupaten Bekasi Utara Menguat, Komisi I DPRD Dorong Penyempurnaan Administrasi
Untuk berjanjian melakukan aksi tawuran, para remaja kerap menggunakan Instagram untuk berkomunikasi.
“Beberapa kali kita mengungkap tawuran memang agak sedikit aneh. Mereka biasanya menyepakati lewat live Instagram, dilanjutkan dengan DM Instagram kemudian mereka tawuran,” ucap Mustofa.
Selain itu, para pelaku juga sering menyembunyikan senjata tajam secara acak di tempat-tempat tersembunyi seperti rumah kosong, kebun, atau lokasi lain.
“Para pelaku yang kita ungkap ini juga biasanya menyembunyikan sejahatanya tidak berada di rumah masing-masing,” demikian kata dia.***




