CIKARANG, POJOKSATU.id - Progres proyek normalisasi Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan masih belum signifikan dan tertinggal jauh dari target pengerjaan. Pada segmen pertama, realisasi fisik pengerukan baru menyentuh angka 950 meter dari total target panjang lintasan mencapai 10 kilometer.
Capaian tersebut menandakan pengerjaan fisik segmen pertama baru menyentuh angka sekitar 9,5 persen, padahal tenggat penyelesaian proyek dipatok rampung pada 29 Desember 2026 mendatang.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi, Denny Rusnandi, memaparkan bahwa pengerjaan segmen pertama dimulai sejak 1 September 2026. Lintasan proyek ini membentang dari Desa Kalijaya (Cikarang Barat) hingga Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi (Tambun Utara).
“Pada segmen pertama dari Desa Kalijaya, Cikarang Barat, pekerjaan berlangsung mulai 1 September hingga 29 Desember 2026, dengan panjang penanganan sekitar 10 kilometer,” ungkap Denny, Kamis, 15 Oktober 2026.
“Hingga saat ini, progres fisik yang telah dikerjakan mencapai kurang lebih 950 meter dan didukung 11 unit ekskavator,” imbuhnya.
Sementara itu, pada segmen kedua yang menghubungkan Jembatan Pulo Puter (Tambun Utara) hingga Desa Sukamekar (Sukawangi) sepanjang 6 kilometer, pengerjaan dilaporkan relatif lebih cepat. Sejak dimulai pada 31 Agustus 2026, pengerukan telah menuntaskan 2.450 meter jalur sungai dengan pengerahan 10 unit alat berat ekskavator.
Denny menegaskan bahwa normalisasi Kali CBL sangat mendesak mengingat akumulasi sedimentasi lumpur parah yang memicu penyempitan dan pendangkalan badan sungai. Apalagi sejak awal dibangun, Kali CBL belum pernah tersentuh pengerukan berskala besar sehingga rentan memicu banjir saat puncak musim hujan.
Namun demikian, penanganan di lapangan dihadapkan pada sejumlah kendala krusial, seperti maraknya bangunan liar di sepanjang alur lintasan Desa Kalijaya, struktur tanah rawan longsor di kawasan Jembatan Pulo Puter, serta tumpukan sampah domestik yang menyumbat alur pengerukan.





