BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi menggenjot normalisasi Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan anggaran Rp18 miliar.
Proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang kerap mengancam permukiman warga di wilayah Tambun Utara dan Sukawangi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan, pengerjaan normalisasi dapat dilakukan setelah penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. Penataan tersebut memungkinkan pelebaran badan sungai hingga 55 meter.
“Ini awalnya dulu bangunan liar. Nah, sekarang sudah kita pindahkan bangunan liarnya. Sekarang kita normalisasi CBL dengan lebar 55 meter,” kata Asep, Kamis 15 Oktober 2026.
Dia menjelaskan, normalisasi pada salah satu segmen membentang sekitar tujuh kilometer hingga Kali Bekasi. Sementara itu, penanganan ke arah lainnya mencapai sekitar 10 kilometer.
Adapun pada segmen yang ditinjau, progres pengerjaan disebut telah mencapai hampir tiga kilometer.
Asep berharap normalisasi Sungai CBL dapat mengurangi potensi banjir, terutama di wilayah Tambun Utara dan Sukawangi yang selama ini menghadapi ancaman luapan air.
“Insya Allah Tambun Utara dan Sukawangi besok tidak terkena banjir dengan adanya normalisasi Sungai CBL,” ujarnya.
Meski demikian, efektivitas normalisasi dalam mengurangi risiko banjir juga bergantung pada kondisi aliran sungai, keberlanjutan penanganan, serta penyelesaian pekerjaan sesuai perencanaan.
Selain meninjau proyek normalisasi, Asep turut merespons kritik masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi.
“Kemarin banyak dikritik, mana pekerjaannya? Inilah pekerjaannya, ini sambil berjalan,” tegasnya.
Asep mengatakan, pemerintah daerah akan memaksimalkan sisa waktu pelaksanaan anggaran 2026 untuk mempercepat pembangunan sekaligus mengejar target penyerapan anggaran.
Secara khusus, dia menargetkan penyerapan anggaran pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) minimal mencapai 97 persen. Sementara itu, seluruh kegiatan pembangunan diharapkan dapat menyerap anggaran hingga 100 persen.
“Dua bulan ini saya sengaja jalan ke lapangan. Saya ingin mengetahui penyerapan sejauh mana. Saya targetkan di Bina Marga harus 97 persen. Semua pembangunan kalau bisa 100 persen diserap, ya minimal 97 persen,” tandasnya.
Pemkab Bekasi kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan infrastruktur hingga akhir tahun.
Selain mengejar target penyerapan anggaran, kualitas pekerjaan dan kesesuaian dengan spesifikasi teknis tetap menjadi perhatian agar pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.





