BEKASI.POJOKSATU.id – Ratusan pelajar SMAN 1 Babelan menggelar aksi protes kepada pihak sekolah pada Senin, 1 Desember 2025. Aksi tersebut dipicu dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) yang dibebankan kepada para siswa.

Seorang siswa yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa sekolah meminta iuran sebesar Rp50.000 per siswa untuk keperluan pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

“Kami para siswa diminta bayar untuk SNBP sebesar Rp50 ribu per orang. Selain itu, ada sumbangan kegiatan per kelas sebesar Rp200 ribu dan biaya renovasi kelas Rp500 ribu,” ujarnya pada Selasa, 2 Desember 2025.

Baca Juga: Rombongan Jakmania Cikarang Diserang OTK di KM 39 Usai Laga Persija vs PSIM

Ia juga menyebutkan adanya permintaan sumbangan lain, yakni Rp1.000 per siswa dengan dalih pembangunan masjid sekolah.

“Kami diminta uang untuk perbaikan masjid, tapi hingga sekarang bangunannya belum terlihat selesai,” tegasnya.

Tak hanya itu, siswa mengaku diminta membayar Rp2 juta saat pertama masuk sekolah dengan alasan pembelian seragam.

“Kalau dijumlahkan, kondisi seperti ini membuat kami sangat keberatan. Hampir setiap kegiatan di sekolah selalu ada pungutan uang,” ungkapnya.

Baca Juga: 14 Kereta Terlambat Gara-Gara Rel Patah di Jalur Bekasi-Tambun

Menurutnya, banyak siswa lain yang merasakan beban serupa sehingga memicu aksi protes tersebut.***