BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai melakukan penataan terhadap Pasar Baru Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebanyak 500 pedagang yang berada di pasar tumpah dari simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC), akan direlokasi oleh Pemerintah.

Langkah ini disebut sebagai titik awal pembenahan kawasan pasar agar lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi aktivitas perdagangan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa kondisi bangunan Pasar Baru Cikarang akan dievaluasi secara menyeluruh sebelum diputuskan apakah dilakukan renovasi atau pembongkaran total.

“Pasar Baru Cikarang kalau masih bagus akan direnovasi, kita bedakin (perbaiki). Tetapi kalau tidak layak akan kita bongkar dahulu sebelum ditata ulang,” ujar Asep, Minggu 22 Februari 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin Pasar Baru Cikarang kembali menjadi bangunan terbengkalai. Terlebih, lokasi tersebut sebelumnya tercatat pernah mengalami tiga kali insiden kebakaran sebelum akhirnya difungsikan sebagai titik relokasi pedagang.

Baca Juga : Polisi Amankan Terduga Copet Saat Safari Ramadan Berlangsung di Bekasi

Karena itu, penataan serius akan dilakukan agar kawasan pasar memiliki daya tarik baru sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

Asep menambahkan, terdapat opsi untuk menjadikan area tersebut sebagai pasar tumpah yang tertata, dengan tetap memperhatikan aspek estetika, keamanan, dan kelayakan fasilitas.

“Kalau pasar sudah rapi, sumber PAD-nya bakal banyak. Mulai dari parkir sampai retribusi pasar. Perputaran ekonomi juga semakin meningkat dan akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas dia.

Penataan Pasar Baru Cikarang ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan pedagang kaki lima di sekitar simpang SGC, tetapi juga menjadi momentum penguatan sektor perdagangan rakyat di Kabupaten Bekasi.

Pemkab Bekasi pun menargetkan proses evaluasi dan perencanaan penataan dapat segera rampung agar aktivitas ekonomi di kawasan tersebut berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.***